Topik :

Pertanian Jadi Prioritas Utama SBS-HMS, Wabup Henri Melki Simu: Kita Serius Kerja untuk Sawah dan Kebun

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi
20260520_093246
Pertanian Jadi Prioritas Utama SBS-HMS, Wabup Henri Melki Simu: Kita Serius Kerja untuk Sawah dan Kebun

RaebesiNews.com – Hamparan sawah di Kmilaran, Desa Laleten, Kecamatan Weliman, tampak menguning ketika Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu turun langsung mengikuti panen raya padi bersama para petani, Rabu (20/05/2026).

Di tengah aroma bulir padi yang baru dipetik, HMS kembali menegaskan bahwa sektor pertanian menjadi program prioritas utama Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati SBS-HMS.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

“Keinginan kami, petani Malaka harus semakin maju, mandiri, dan sejahtera. Program prioritas Bupati dan Wakil Bupati SBS-HMS yang pertama adalah bidang pertanian. Jadi kita serius kerja untuk sawah dan kebun,” tegas HMS.

Bagi Pemerintah Kabupaten Malaka, pertanian bukan sekadar urusan produksi pangan. Pertanian adalah denyut kehidupan masyarakat Malaka. Dari sawah dan kebun, ribuan keluarga menggantungkan harapan, menyekolahkan anak-anak, hingga membangun masa depan.

Karena itu, pemerintahan SBS-HMS menempatkan petani sebagai pusat pembangunan daerah. Fokus pembangunan diarahkan pada peningkatan produktivitas pertanian, penguatan irigasi, bantuan alat dan mesin pertanian, benih unggul, pupuk, hingga pendampingan bagi kelompok tani.

HMS menjelaskan, selama ini pemerintah daerah terus memberikan dukungan nyata kepada kelompok tani melalui berbagai bantuan pertanian guna meningkatkan hasil produksi masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pertanian tidak bisa dilepaskan dari kerja sama antara pemerintah dan petani. Pemerintah hadir menyiapkan kebijakan dan bantuan, sementara petani menjadi kekuatan utama yang menggerakkan roda pangan daerah.

“Kalau pertanian maju, ekonomi masyarakat juga bergerak. Karena sebagian besar masyarakat Malaka hidup dari sektor pertanian,” katanya.

Kabupaten Malaka sendiri dikenal sebagai salah satu daerah lumbung pangan di Nusa Tenggara Timur. Hamparan persawahan di wilayah Malaka menjadi sumber produksi padi yang menopang kebutuhan pangan masyarakat.

Pemerintahan SBS-HMS melihat potensi besar tersebut sebagai kekuatan ekonomi rakyat yang harus terus dikembangkan. Karena itu, sektor pertanian tidak hanya dipandang sebagai pekerjaan tradisional, tetapi juga sebagai jalan menuju kesejahteraan masyarakat desa.

Panen raya di Kmilaran menjadi simbol bahwa harapan itu masih tumbuh di atas tanah-tanah pertanian Malaka. Di tengah tantangan cuaca dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, pemerintah daerah ingin memastikan para petani tidak berjalan sendiri.

Di bawah kepemimpinan SBS-HMS, sawah dan kebun tidak lagi dipandang sebelah mata. Dari tanah pertanian itulah, masa depan Malaka sedang dibangun, perlahan, tetapi pasti.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung