RaebesiNews.com – Di tengah kesibukannya sebagai Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu tetap menunjukkan kecintaan dan dedikasinya terhadap pertanian.
Pada Sabtu (10/5), ia terlihat memimpin langsung kegiatan gotong royong membuka lahan untuk musim tanam kedua jagung di wilayah Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima.
Berbekal semangat yang tak pernah surut, Henri bersama warga setempat membersihkan dan menyiapkan lahan kebun jagung miliknya yang cukup luas. Tak sekadar hadir, ia turut bekerja, memberi contoh bahwa pemimpin harus terjun langsung bersama rakyat.
Baca Juga: 5 Kepala Daerah Termuda di NTT: Nomor 1 dan 2 Masih Jomblo
Pemimpin yang Bekerja, Bukan Sekadar Memerintah
Henri Melki Simu dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan pekerja keras. Selain menjalankan roda pemerintahan, ia juga aktif bertani dan beternak. Di sela tugas-tugas birokrasi, ia masih menyempatkan diri mengurus kebun jagung dan tambak ikan miliknya.
“Tanah Malaka ini subur. Jangan sampai kita lapar di atas tanah yang subur,” ujar Henri di sela-sela gotong royong, mengingatkan pentingnya kemandirian pangan melalui pertanian lokal.
Baca Juga: Ketika Perbup Malaka 2022 Lebih Hargai Paket B daripada Magister Hukum
Contoh Nyata Kepemimpinan dari Akar Rumput
Warga yang turut hadir dalam kegiatan itu mengaku kagum dan terinspirasi oleh semangat Henri. “Pak Wakil tidak hanya bicara, tapi ikut kerja. Kami merasa dekat dan termotivasi,” kata Maria Leki, salah satu warga Lakekun Utara.
Kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan ini memperlihatkan nilai gotong royong yang masih hidup di tengah masyarakat Malaka.
Selain sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, kegiatan ini menjadi ajang mempererat hubungan antara pemimpin dan masyarakatnya.
Baca Juga: RSUP Malaka Hadirkan Dokter Saraf: Solusi Cepat Tangani Stroke hingga Epilepsi
Potensi Pertanian Kabupaten Malaka
Kabupaten Malaka memiliki potensi besar di sektor pertanian. Dari total luas wilayah sebesar 116.063 hektar, sekitar 5.154 hektar atau 4,44% merupakan lahan sawah.
Selain itu, terdapat lahan pertanian lahan basah seluas 1.033,47 hektar, yang mencakup sekitar 0,926% dari total wilayah kabupaten.
Dengan potensi luas lahan di bidang pertanian lahan basah dan lahan kering, Kabupaten Malaka bisa menjadi pemasok bahan baku beras, jagung, dan aneka sayuran untuk memenuhi kebutuhan pangan di dalam kabupaten, juga bisa melayani kebutuhan beberapa kabupaten/kota di daratan Timor.
Baca Juga: RSUP Malaka Hadirkan Dokter Saraf: Solusi Cepat Tangani Stroke hingga Epilepsi
Ajakan untuk Bertani Bersama
Henri Melki Simu mengajak seluruh masyarakat Malaka untuk tidak meninggalkan lahan tidur. Ia berharap, semangat bertani kembali menyala dan menjadi budaya baru dalam menyikapi tantangan ekonomi dan pangan.
“Ayo kita siapkan lahan. Kita gotong royong bertani. Malaka bisa swasembada pangan kalau kita semua bergerak,” tandasnya. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












