RAEBESINEWS.COM – Penyuluh Agama Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Belu, Dusan V. Kaesnube, S.Fil, menjadi narasumber dalam program dialog interaktif di Studio RRI Atambua.
Dalam dialog bertema “Empati dan Simpati dalam Kehidupan Sosial”, Dusan menekankan pentingnya empati sebagai kunci membangun relasi sosial yang harmonis.
Dalam paparannya, Dusan menjelaskan bahwa simpati adalah perasaan pasif dan cenderung individualis, sementara empati adalah perasaan yang lebih aktif dan mendalam, karena memungkinkan seseorang benar-benar merasakan apa yang dialami oleh orang lain.
Baca Juga: Presiden Prabowo Terima Medali Kehormatan dari U.S. Special Operations Command
“Ketika seseorang bisa berempati, ia sejatinya telah menaburkan kebaikan dalam kehidupan bersama,” ujar Dusan saat berdialog bersama pendengar RRI. Selasa, 5 Agustus 2025
Empati Penting Ditanamkan Sejak Dini
Dusan menyampaikan bahwa empati harus ditanamkan sejak dini, terutama dalam dunia pendidikan. Ia mengajak para guru dan orang tua untuk membentuk karakter anak agar memiliki kepedulian dan rasa hormat terhadap orang lain.
“Empati bisa diwujudkan melalui kehadiran saat orang lain mengalami suka maupun duka, atau cukup dengan memberikan perhatian saat mereka menghadapi masalah,” ujarnya.
Baca Juga: Polres Subang Sigap Tangani Ledakan Gas di PT Pertamina EP Cidahu, Dua Pekerja Luka Bakar
Ia menambahkan bahwa empati juga mencerminkan nilai-nilai budaya dan adat istiadat lokal yang menjunjung tinggi rasa hormat dan solidaritas.
Krisis Empati di Era Digital
Menurut Dusan, saat ini generasi muda menghadapi tantangan besar karena pengaruh media sosial dan dunia digital. Banyak anak dan remaja yang kini lebih asyik dengan gadget dan mengabaikan interaksi sosial secara langsung.
“Budaya santun makin luntur karena anak-anak lebih sering bersikap cuek dan tenggelam dalam dunia media sosial,” ungkapnya.
Baca Juga: Pengumuman Penting: Pengisian Daftar Riwayat Hidup (DRH) PPPK Tahap II Kabupaten Malaka
Fenomena ini menyebabkan banyak remaja kehilangan kepekaan terhadap lingkungan sekitar dan sulit menjalankan tanggung jawab sosial sebagai pelajar dan anggota masyarakat.
Kemenag Dorong Pembinaan Empati Lewat Penyuluh Agama
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Agama terus mendorong pembinaan masyarakat melalui para penyuluh agama.
Baca Juga: Pemerintah Siapkan 240 Ribu Formasi PPPK 2025 untuk Perkuat Koperasi Desa Merah Putih
Dusan menyebutkan bahwa penyuluhan dilakukan secara kreatif dan inovatif, dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan kelompok binaan.
Upaya ini bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat dan menumbuhkan sikap empati yang lebih luas dalam kehidupan sosial.
Ajak Tebarkan Kebaikan Lewat Tindakan Sederhana
Menutup dialog interaktif di RRI Atambua, Dusan mengajak seluruh masyarakat untuk memulai perubahan positif dari tindakan sederhana. Ia menyebut senyum sebagai langkah kecil yang berdampak besar.
“Mari kita tebarkan kebaikan lewat senyuman. Senyum adalah pintu awal menabur kasih kepada sesama,” tutupnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











