Religi  

Henri Melki Simu: Pelita Kecil dari Wehali yang Menyala untuk Malaka

Screenshot 20250606 184041 Facebook 83692716

RAEBESINEWS.COM – Di sebuah sudut tanah Wehali, tempat leluhur menanam adat dan iman bersanding dalam hikmat, tumbuhlah seorang anak manusia yang kelak menjadi pemimpin berhati sejuk: Henri Melki Simu, Wakil Bupati Malaka. 

Sosok ini bukan hanya pejabat dengan tanda pangkat di dada, tapi jiwa yang menyatu dengan derita dan harapan rakyatnya.

Ia dikenal dekat dengan Tuhan, bukan karena ia rajin menunjukkan doa, tapi karena hidupnya sendiri adalah doa yang berjalan. 

Baca Juga: Ronaldo Asury: Kolaborasi SBS-HMS dengan Provinsi dan Pusat adalah langkah terbaik

Setiap kebijakannya lahir dari tempat yang sunyi, dari perenungan di hadapan salib, dari takut akan Tuhan Yesus Kristus yang menjadi dasar seluruh langkah hidupnya.

“Segala sesuatu yang saya lakukan, harus kembali memuliakan Tuhan. Sebab jabatan ini bukan hadiah, melainkan amanah,” katanya suatu ketika di tengah obrolan senja bersama para tokoh adat Wehali.

Tak ada sekat yang kokoh antara Henri dan rakyatnya. Ia turun ke ladang yang kering, menyapa petani yang tangannya kapalan oleh cangkul, menjinjing sendiri beras untuk janda tua yang menunggu di emper rumah reyot. 

Ia tak menunggu kamera datang. Ia justru hadir ketika tak ada siapa-siapa. Dalam diam dan ketulusan.

Baca Juga: Dua Desa di Rinhat Selesai Diaudit, LHP Siap Diserahkan ke Bupati SBS

Pemimpin yang Berbelas Kasih

Henri bukan pemimpin yang berbicara lewat pengeras suara, tapi lewat bisik hati dan pelukan hangat. Ia mendengar bukan hanya dengan telinga, tapi dengan empati. 

Di desa Oan Mane, seorang anak yatim masih mengingat bagaimana HMS datang tanpa iring-iringan, duduk bersila di tanah, dan menyerahkan sepasang sepatu sekolah yang dibelinya sendiri.

Di Wehali, ada rumah tua yang atapnya nyaris roboh. Tak ada proposal atau surat permohonan. Hanya cerita dari mulut ke mulut. Tapi Henri datang membawa tukang dan seng, karena baginya, iman tanpa perbuatan adalah kosong.

Baca Juga: Pemerintah Rekrut 1.515 Guru ASN Baru Tahun Ini Untuk Sekolah Rakyat

Ia meyakini bahwa “siapa yang menaruh belas kasihan kepada orang lemah, sedang memiutangi Tuhan” (Amsal 19:17). Maka ia terus memberi, tak menanti waktu pemilu, tak berharap tepuk tangan.

Kepemimpinan yang Berakar pada Iman

Henri Melki Simu tak membangun citra, ia membangun rasa percaya. Kepemimpinannya bukan dilandasi pada kehendak untuk berkuasa, melainkan keinginan untuk melayani. Ia tahu, jabatan hanyalah debu jika tidak dipakai untuk menolong sesama.

Bersama Bupati dr. Stefanus Bria Seran, HMS menghidupkan program-program pro-rakyat yang kini telah menjadi denyut nadi Malaka: pengobatan gratis cukup dengan e-KTP, perhatian pada pendidikan, pembangunan infrastruktur hingga dusun-dusun sunyi.

“Kami tidak sedang membangun kekuasaan, tapi menumbuhkan kasih. Karena Malaka bukan sekadar wilayah administratif, Malaka adalah rumah, dan rakyatnya adalah keluarga,” ucapnya lirih, namun kuat, dalam sebuah pertemuan rakyat di Betun.

Baca Juga: Sri Mulyani Tetapkan Uang Lembur ASN 2026, Berikut Besaran Dan Syarat Mendapatkannya

HMS: Pelita Kecil, Cahaya Besar

Dalam dunia yang sering bising oleh ambisi, Henri Melki Simu memilih jalan senyap: jalan kasih. Ia tahu bahwa terang tidak perlu berteriak, cukup bersinar. Ia sadar, pelita kecil pun bisa memberi cahaya di malam tergelap.

Maka rakyat Malaka pun mengenalnya bukan sebagai pejabat, tapi sebagai saudara. Sebagai putra daerah yang tak lupa tanah tempat ia lahir, air yang ia minum, dan Tuhan yang ia sembah.

Henri Melki Simu adalah wajah dari kepemimpinan yang rendah hati, iman yang teguh, dan kasih yang tak pilih kasih. Ia adalah doa yang menyaru dalam daging. 

Baca Juga: Bupati Malaka: Warga yang Pemalas Tidak Dapat Layanan Kesehatan Gratis

Ia adalah tangan Tuhan yang bekerja diam-diam di antara rakyat. Dan bagi Malaka, ia bukan hanya wakil bupati, ia adalah harapan yang bernapas.***

 

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *