RaebesiNews.com – Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur terbagi dua wilayah secara geografis.
Ada wilayah pesisir (fehan) dan dataran tinggi (foho). Wilayah pesisir meliputi Kecamatan Malaka Tengah, Kobalima, Malaka Barat, Weliman dan Wewiku. Sedangkan di dataran tinggi ada Kecamatan Malaka Timur, Laenmanen, Botin Leobele Sasitamean, Io Kufeu, Kobalima Timur dan terakhir Kecamatan Rinhat.
Pembagian wilayah itu selain secara geografis, ada juga soal persamaan adat – istiadat dan bahasa.
Di wilayah pesisir secara umum berbahasa tetum (fehan), sedangkan di daratan tinggi mayoritas masyarakatnya berbahasa dawan, kemak dan bunak.
Perbedaan ini sering terjadi dalam urusan politik bahkan soal pembangunan.
Di wilayah daratan tinggi misalnya masih banyak butuh sentuhan pemerintahan terkait pembangunan. Misalnya soal infrastruktur jalan dan jembatan.
Masih banyak jalan rusak di wilayah daratan tinggi (foho) yang melumpuhkan roda perekonomian.
Terkait hal itu, Kim Taolin wakil Bupati Kabupaten Malaka angkat bicara. Politisi asal Kecamatan Malaka Timur (foho) ini menyampaikan bahwa, isu fehan dan foho harus dihilangkan.
“Tidak ada lagi istilah fehan dan foho di Kabupaten Malaka. Ini harus dihilangkan agar pembangunan dan politik di Malaka merata secara umum,” kata Kim Taolin, Kamis (28/03/2024).
Kim Taolin mengatakan hal itu karena dirinya mengalami langsung imbas dari pengelompokan fehan dan foho.
Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengakui bahwa dirinya dilahirkan di foho dan dibesarkan juga di foho. Namun sesungguhnya dia adalah milik seluruh masyarakat Kabupaten Malaka.
“Saya asli foho (dawan) tapi sesungguhnya saya wakil bupati untuk seluruh masyarakat Malaka. Selama saya jadi wakil bupati Malaka, bukan hanya orang foho saja yang datang bertemu saya di rumah. Hampir seluruh masyarakat Malaka di 127 desa ini datang bertemu saya,” ujar Kim Taolin.
“Bukan sekedar datang saja. Kita saling membantu dalam segala hal,” lanjut Kim Taolin.
Kim Taolin memang fenomenal dan terkenal dekat dengan rakyatnya. Kediamannya di Tubaki selalu ramai dikunjungi oleh masyarakat seluruh Kabupaten Malaka. Di rumahnya juga tidak menerapkan protokoler layaknya seorang pejabat. Hampir tidak ada sekat dan mudah sekali bertemu dengan dirinya.
“Pintu rumah saya ini terbuka untuk seluruh masyarakat Kabupaten Malaka,” kata Kim Taolin.
“Saya tegaskan lagi. Kita semua anak Malaka yang butuh perubahan. Tidak ada istilah fehan atau foho. Mari bersama kita maju,” tutup Kim Taolin.
Sekedar informasi, Kim Taolin yang saat ini menjabat sebagai wakil bupati Malaka, akan maju sebagai bakal calon bupati Malaka pada Pilkada Malaka 2024 nanti.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





