RaebesiNews.com – Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-80 terasa berbeda di Kabupaten Malaka tahun ini. Tidak hanya diramaikan dengan lomba rakyat dan persiapan upacara, tetapi juga ditandai dengan aksi kemanusiaan: donor darah massal.
Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), memimpin langsung kegiatan ini sekaligus mewajibkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkab Malaka untuk ikut serta mendonorkan darahnya.
Kegiatan donor darah yang digelar di panggung Paroki Betun, Jumat (15/8/2025), menghadirkan Mobil Unit Donor Darah RSUPP Betun, yang selama ini menjadi andalan dalam memenuhi kebutuhan stok darah di Malaka.
ASN Jadi Teladan
Wakil Bupati HMS yang tampil mengenakan kemeja batik kuning tampak duduk tenang saat petugas kesehatan memeriksa tekanan darahnya sebelum mendonorkan darah. Ia menegaskan bahwa peran ASN harus lebih dari sekadar birokrasi, mereka harus menjadi teladan dalam aksi kemanusiaan.
“ASN wajib hadir di tengah masyarakat. Donor darah bukan sekadar rutinitas medis, melainkan tindakan nyata yang bisa menyelamatkan banyak nyawa. Inilah cara kita menyambut kemerdekaan, bukan hanya dengan seremoni, tapi dengan kepedulian,” ujarnya.
Instruksi wajib bagi ASN untuk ikut donor darah disambut baik. Menurut HMS, langkah ini juga untuk menanamkan semangat gotong royong dan kepedulian sosial di kalangan birokrasi.
Antusiasme ASN dan Masyarakat
Puluhan ASN dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hadir berbondong-bondong mengikuti donor darah. Tak hanya ASN, tenaga kesehatan hingga masyarakat umum pun turut serta. Mereka terlihat antusias mengantre di depan mobil unit donor darah yang diparkir di area Paroki Betun sambil membawa formulir pendaftaran.
Maria Berek, seorang ASN dari Dinas Pendidikan, mengaku sudah beberapa kali ikut donor darah. Ia merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.
“Setiap kali donor, saya merasa lebih sehat. Tapi yang terpenting, kita tahu bahwa darah ini bisa menolong orang lain yang sedang membutuhkan. Rasanya ada kepuasan batin,” katanya dengan senyum lega.
Hal serupa disampaikan Yohanes Klau, staf Dinas PUPR. Menurutnya, donor darah kali ini menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT RI.
“Kita rayakan kemerdekaan dengan cara yang berbeda. Kalau biasanya ikut lomba tarik tambang, tahun ini kita juga ikut donor darah. Semoga ini jadi tradisi baru setiap Agustus,” ungkapnya.
Manfaat Donor Darah
Selain menjadi aksi kemanusiaan, donor darah juga memiliki banyak manfaat kesehatan. Petugas medis dari RSUPP Betun menjelaskan, donor darah secara rutin dapat memperlancar peredaran darah, menurunkan risiko penyakit jantung, hingga membantu regenerasi sel darah baru.
“Banyak orang takut donor karena bayangan jarum suntik. Padahal, donor darah aman, bahkan bermanfaat untuk tubuh. Syaratnya sederhana: sehat, cukup tidur, dan berat badan ideal,” ujar perawat senior, Yuliana Bere, yang turut bertugas dalam kegiatan tersebut.
Simbol Persatuan
Momentum donor darah ini juga dimaknai sebagai simbol persatuan. Bagi HMS, kegiatan kemanusiaan seperti ini merupakan cara untuk mempererat tali kebersamaan, bukan hanya di antara ASN, tetapi juga masyarakat luas.
“Kemerdekaan kita raih dengan pengorbanan. Hari ini, pengorbanan itu kita lanjutkan dalam bentuk yang sederhana namun bermakna: menyumbangkan darah. Satu kantong darah bisa menyelamatkan tiga nyawa. Itulah makna gotong royong yang sesungguhnya,” tegas HMS.
Harapan untuk Malaka
Panitia menargetkan ratusan kantong darah terkumpul selama kegiatan berlangsung. Stok ini nantinya akan disalurkan ke RSUPP Betun dan unit-unit kesehatan lain di Kabupaten Malaka. Dengan begitu, pasien yang membutuhkan transfusi darah tidak lagi harus menunggu lama atau mencari donor secara darurat.
Wakil Bupati HMS menutup kegiatan dengan ajakan agar masyarakat Malaka menjadikan donor darah sebagai kebiasaan, bukan hanya kegiatan insidental.
“Mari kita biasakan donor darah, bukan hanya pada saat peringatan hari besar. Dengan cara itu, kita memastikan stok darah selalu tersedia, dan kita bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa,” ujarnya.
Suasana di panggung Paroki Betun sore itu terasa penuh semangat. Senyum para pendonor, derap langkah ASN, serta alunan lagu-lagu perjuangan yang diputar panitia membuat kegiatan donor darah benar-benar menjadi perayaan kemerdekaan yang penuh makna.
Di Malaka, kemerdekaan tahun ini dirayakan bukan hanya dengan lomba dan upacara bendera, tetapi juga dengan setetes darah yang membawa harapan bagi banyak orang.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





