Usai Ledakan SMA 72, Prabowo Minta Sekolah Waspadai Pengaruh Game dan Bullying

IMG 20251110 WA0013 293973019

RAEBESINEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti pengaruh negatif game online dan meningkatnya kasus perundungan (bullying) di kalangan pelajar.

Hal itu disampaikan dalam rapat terbatas bersama sejumlah menteri dan pejabat negara di kediamannya, Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada Minggu (9/11).

Rapat tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Baca Juga: Game Online dan Bullying Marak, Prabowo Panggil Karang Taruna & Pramuka Turun Tangan!

Presiden Prabowo menyinggung masalah itu saat membahas insiden ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta yang terjadi pada Jumat lalu.

Ia menilai, kasus tersebut harus menjadi peringatan serius bagi sekolah dan orang tua agar lebih memperhatikan perilaku dan lingkungan sosial para pelajar.

“Beliau tadi menyampaikan bahwa kita harus berpikir untuk membatasi dan mencari jalan keluar terhadap pengaruh dari game online,” ujar Mensesneg Prasetyo Hadi kepada wartawan usai rapat.

Baca Juga: Manusia Mati Meninggalkan Nama”: Prabowo Sampaikan Pesan Mendalam untuk Kader Gerindra

Menurut Prasetyo, pengaruh game online tidak bisa dianggap sepele. Game dengan genre kekerasan seperti PUBG dinilai berpotensi menanamkan perilaku agresif dan menormalkan kekerasan di kalangan anak muda.

“Di dalam game jenis itu, senjata-senjata sangat mudah dipelajari. Ini berbahaya karena bisa memengaruhi psikologis pemainnya. Mereka bisa menganggap kekerasan sebagai hal yang biasa,” jelasnya.

Selain pengaruh game, Presiden Prabowo juga menyoroti maraknya kasus perundungan di sekolah. Ia meminta pihak sekolah dan guru untuk lebih aktif mendeteksi dan mencegah praktik bullying sejak dini.

Baca Juga: Tak Sekadar Seremoni, Ini Alasan Prabowo Bentuk Komisi Reformasi Polri

“Kalau berkenaan dengan masalah bullying, kita sebagai sesama anak bangsa harus menghindari hal-hal yang tidak baik atau berimplikasi buruk seperti aksi-aksi perundungan,” tegas Prasetyo.

 

Prabowo berharap, sekolah dapat menjadi lingkungan yang aman, mendidik, dan membentuk karakter positif bagi generasi muda Indonesia.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *