Temui Prabowo, Presiden Afrika Selatan Kenang Peran Indonesia di Balik Runtuhnya Apartheid

IMG 20251022 WA0026 2433128394

RAEBESINEWS.COM – Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyampaikan penghargaan dan kenangan mendalam atas dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Afrika Selatan melawan sistem apartheid. 

Ucapan itu disampaikan Ramaphosa saat bertemu Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu siang (22/10).

Ramaphosa menegaskan bahwa hubungan Indonesia–Afrika Selatan telah terjalin erat sejak era perjuangan kemerdekaan, jauh sebelum kedua negara menjalin hubungan diplomatik resmi.

Baca Juga: Dari Sekolah Rusak Jadi Peluang Kerja: Cerita Warga Karawang di Era Prabowo

“Kami melihat hal ini sebagai tanda penting atas hubungan yang kuat antara Afrika Selatan dan Indonesia. Karena itu, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas sambutan hangat yang telah kami terima,” ujar Ramaphosa di hadapan Presiden Prabowo dan jajaran Kabinet Merah Putih.

Menurut Ramaphosa, Indonesia bukan sekadar mitra diplomatik, tetapi juga sekutu sejati yang secara konsisten menunjukkan solidaritas moral dan politik terhadap perjuangan rakyat Afrika Selatan di masa-masa sulit.

Selain itu, Ramaphosa juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) yang pertama kali digelar di Bandung pada tahun 1955.

Baca Juga: Dulu Atap Bocor, Sekarang Adem dan Nyaman: Beginilah Dampak Nyata Program Prabowo

“Konferensi Bandung merupakan inspirasi besar dan sumber semangat bagi para pemimpin perjuangan pembebasan kami yang hadir saat itu,” ungkapnya.

Ia menilai, KAA menjadi tonggak sejarah penting bagi bangsa-bangsa Asia dan Afrika untuk memperkuat kerja sama Selatan-Selatan serta memperjuangkan kemandirian politik dan ekonomi dari kolonialisme.

Lebih jauh, Ramaphosa menegaskan bahwa peran Indonesia dalam perjuangan anti-apartheid akan selalu dikenang oleh rakyat Afrika Selatan. 

Baca Juga: Revitalisasi Sekolah Sentuhan Prabowo, Wali Murid: Anak Kami Sekarang Lebih Semangat Belajar!

Solidaritas itu, katanya, tidak hanya berupa dukungan diplomatik, tetapi juga keberanian moral untuk menentang ketidakadilan global.

 

“Selama bertahun-tahun, rakyat Afrika Selatan menemukan sekutu setia dalam diri Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan melawan apartheid. Kami akan selamanya berterima kasih atas dukungan dan solidaritas rakyat Indonesia,” tegas Ramaphosa.

Sebagai informasi, apartheid merupakan sistem politik pemisahan ras yang diberlakukan di Afrika Selatan sejak tahun 1948 hingga awal 1990-an, yang menindas penduduk kulit hitam dan menimbulkan diskriminasi struktural selama puluhan tahun.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *