Program Makan Bergizi Gratis Tersendat? BGN Ungkap Sebab Anggaran Rp70 Triliun Tak Terserap

Screenshot 20251015 104323 Samsung Internet 3461913955

 

RAEBESINEWS.COM – Badan Gizi Nasional (BGN) mengembalikan anggaran sebesar Rp70 triliun kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Pengembalian dilakukan karena sebagian dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun anggaran 2025 tidak dapat terserap sepenuhnya.

Hal tersebut disampaikan Kepala BGN Dadan Hindayana dalam kegiatan Konsolidasi Regional untuk Peningkatan Tata Kelola MBG di wilayah Jawa Barat, Daerah Khusus Jakarta, dan Banten, Selasa (14/10/2025).

Baca Juga: Usai Tiba di Tanah Air, Presiden Prabowo Langsung Pimpin Rapat Bahas Isu Strategis Nasional

“Tahun ini BGN menerima alokasi anggaran Rp71 triliun, ditambah dana siaga Rp100 triliun. Dari total itu, Rp99 triliun sudah terserap, sementara Rp70 triliun dikembalikan ke Presiden karena kemungkinan tidak dapat terserap tahun ini,” ujar Dadan dalam keterangannya di laman resmi BGN.

Dadan menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap program MBG akan meningkat signifikan tahun depan. 

Pada 2026, BGN akan menerima anggaran sebesar Rp268 triliun, ditambah dana cadangan Rp67 triliun, sehingga total dukungan pemerintah mencapai Rp335 triliun.

Baca Juga: Prabowo Beberkan Hasil KTT Gaza: Gencatan Senjata Berjalan, Awal Baik bagi Perdamaian

“Dengan jumlah penerima manfaat 82,9 juta orang, setiap hari kami menyalurkan sekitar Rp1,2 triliun. Bagi lembaga lain mungkin itu setara anggaran setahun, tapi bagi kami di BGN, itu kebutuhan satu hari,” ujarnya.

Menurut Dadan, pelaksanaan program makan bergizi gratis bergantung pada tiga hal utama, yaitu anggaran, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur.

Di bidang SDM, pemerintah menugaskan Sarjana Penggerak Pemuda Indonesia (SPPI) untuk memimpin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Trump Akui Peran Besar Prabowo di Perdamaian Gaza

“SPPI identik dengan SPPG. Tidak ada satu pun SPPG yang tidak dipimpin oleh SPPI sebagai Kepala SPPG,” kata Dadan.

 

Untuk pembangunan infrastruktur, BGN menargetkan pembangunan 30 ribu unit SPPG dengan kebutuhan dana sekitar Rp60 triliun. Namun, proses tender pemerintah membuat sebagian proyek mengalami keterlambatan.

“Dari Rp6 triliun yang dialokasikan untuk membangun 1.542 SPPG tahun ini, hingga Agustus belum satu pun yang terealisasi lewat mekanisme pemerintah. Namun, sudah ada 11.504 SPPG aktif hasil kolaborasi dengan mitra,” ungkapnya.

Baca Juga: Saat Trump Panggil Prabowo di Tengah Pidato, Para Pemimpin Dunia Berdiri Beri Tepuk Tangan

Dadan pun menyampaikan apresiasi kepada para mitra yang turut mempercepat pelaksanaan program MBG.

“Kehadiran para mitra adalah kontribusi terbesar dalam program ini. Ini merupakan program pertama di Indonesia dan di dunia yang memanfaatkan kemitraan luas untuk mempercepat pembangunan gizi nasional,” tutur Dadan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *