Prabowo Tegaskan Pemerintah Bertanggung Jawab Penuh atas MBG, Perketat Pengawasan demi 0 Penyimpangan

Screenshot 20251119 123503 Chrome 2631887313 1

RAEBESINEWS.COM – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah memikul tanggung jawab penuh atas berbagai insiden yang muncul terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Ia memastikan negara tidak akan lari dari kewajiban dan akan memperketat seluruh prosedur pengawasan.

Prabowo menjelaskan bahwa dari puluhan juta porsi makanan yang didistribusikan setiap hari, potensi gangguan pencernaan tetap dapat terjadi.

Baca Juga: 30 Tahun Mengayuh, Kandi Tak Menyangka Hadiah Ini Datang dari Presiden Prabowo

Namun, pemerintah telah melakukan langkah cepat dan sistematis untuk mencegah kejadian serupa.

“Persiapan lebih ketat, pemantauan lebih keras. Semua prosedur yang perlu diambil, harus diambil,” tegas Prabowo saat berkunjung ke Bekasi, Senin (17/11).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan rasa syukur karena percepatan MBG berjalan lebih cepat dari target.

Baca Juga: Lansia di Tangerang Terharu Dapat Becak Listrik dari Prabowo: “Enak, Nggak Gowes Lagi”

Hingga saat ini, distribusi makanan bergizi telah mencapai 44 juta penerima per hari.

“Alhamdulillah, makan bergizi gratis sudah mencapai 44 juta, salah satu prestasi tercepat di dunia. Presiden Brazil menyampaikan kepada saya, Brazil butuh 11 tahun untuk mencapai 40 juta. Kita belum 12 bulan sudah sampai 44 juta,” ujarnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri. Target akhir program ini adalah 82,9 juta penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil.

Baca Juga: MBG Dongkrak Permintaan Kedelai, UMKM Tempe Tumbuh Pesat

Ada Warga Belum Terima MBG, Prabowo: ‘Sabar… Ini Uang Rakyat, Harus Matang’

 

Saat menemui warga, Prabowo menerima sejumlah keluhan mengenai anak-anak yang belum mendapat MBG. Ia menjelaskan bahwa perluasan program harus dilakukan dengan cermat.

“Saya jawab, sabar… Ini yang paling cepat yang kita mampu. Karena ini uang rakyat, harus disiapkan dengan baik. Persiapannya harus matang supaya tidak terjadi penyimpangan,” jelasnya.

Baca Juga: Prabowo Bikin Kejutan Saat Melepas Raja Abdullah II: Ini Momen yang Jadi Sorotan

Prabowo menyebut sebagian besar masyarakat merasakan manfaat MBG, terutama para guru dan anak-anak di sekolah.

MBG sebagai Investasi Generasi Muda

Menurut Prabowo, MBG bukan hanya program makan, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa.

“Anak-anak akan jadi lebih kuat. Mereka makan protein, tumbuh lebih tinggi, tulangnya lebih kuat, sel otaknya lebih cerdas,” katanya.

Baca Juga: Seskab Tegaskan Pentingnya Keakuratan Data dalam Rakornas DTSEN 2025

Pemerintah Gerak Cepat Tangani Kasus Keracunan

Sejak kasus keracunan makanan terjadi, pemerintah langsung melakukan mitigasi. Sejumlah dapur penyedia makanan yang bermasalah ditutup dan dievaluasi total.

Langkah perbaikan yang dilakukan antara lain:

1. Sertifikasi laik higienis bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)

2. Evaluasi juru masak dan penyederhanaan menu

3. Pemantauan ketat oleh puskesmas

Baca Juga: Pertemuan Singkat, Makna Besar: Ini Agenda Rahasia Prabowo di Sydney!

4. Pembentukan satgas penanganan di tingkat daerah

5. Penutupan dapur bermasalah

 

Pemerintah juga memperkuat regulasi program MBG melalui penerbitan Keputusan Presiden (Keppres) terkait Tim Koordinasi dan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Tata Kelola Penyelenggaraan MBG.

Dengan pengawasan yang semakin ketat, Prabowo optimistis insiden terkait MBG dapat ditekan bahkan menuju 0 persen penyimpangan.***

Baca Juga: Perjanjian Rahasia? Indonesia–Australia Sepakat Perkuat Strategi Militer Bersama

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *