Prabowo Sebut Pemimpin Harus Seperti Samudra: Siap Difitnah, Tetap Hadirkan Solusi

IMG 20250721 WA0092 3399338523

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan mendalam tentang karakter pemimpin sejati dalam pidatonya di Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Minggu (20/7) di Kota Solo. 

Prabowo menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki hati yang luas, seperti samudra, yang mampu menampung segala kritik, fitnah, dan tekanan, namun tetap menghasilkan solusi dan ketenangan bagi rakyat.

“Pemimpin itu dimaki-maki seperti laut samudra. Kotoran bumi keluar ditelan oleh samudra. Yang keluar airnya bersih. Pemimpin harus siap dimaki-maki. Siap disakiti. Siap difitnah. Siap di-framing. Tapi keluarnya harus selalu yang bersih,” tegas Prabowo.

Baca Juga: Hangatnya Malam di Solo: Prabowo dan Kabinet Nyanyi Bareng Wartawan di Warung Bakmi

Prabowo menjelaskan bahwa karakter tersebut merupakan bagian dari nilai-nilai kepemimpinan nusantara, khususnya sifat pertama yang disebutnya sebagai Pindo Jaladri pemimpin yang seperti samudra: mampu menyerap segala tekanan tanpa kehilangan kejernihan dan arah.

“Pemimpin Pindo Jaladri, harus bagaikan samudra. Hatinya luas,” lanjutnya.

Dalam era digital yang penuh tantangan dan opini publik yang mudah berubah, Prabowo mengingatkan pentingnya keteguhan dan kebesaran jiwa bagi seorang pemimpin.

Menurutnya, pemimpin sejati bukan hanya pencari kekuasaan, tapi juga pelindung dan pengayom bagi rakyat.

Baca Juga: Kunjungi Kedai Bakmi di Solo, Prabowo Disambut Hangat Pengunjung dan Juru Masak

“Pemimpin itu guru. Pemimpin itu kawan seperjuangan. Pemimpin itu adalah pelindung, pengayom,” ujar Prabowo di hadapan ratusan kader muda PSI.

Pesan ini menjadi ajakan terbuka kepada generasi muda, khususnya kader PSI, untuk tidak reaktif terhadap hinaan atau framing negatif. Sebaliknya, mereka diajak menjadi pemimpin yang tangguh, bijak, dan solutif dalam menghadapi tantangan zaman.

Kongres PSI yang dihadiri langsung oleh Presiden Prabowo menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan kepada partai-partai muda yang diharapkan mampu membawa perubahan di masa depan.***

 

Baca Juga: Tersandera Proyek Gagal di Desa Nanin: Publik Desak APH Tangkap Chung Lay Orang Dekat Simon Nahak

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *