Prabowo Sampaikan Pesan Perdamaian dan Aksi Nyata Indonesia di Sidang Umum PBB

IMG 20250924 WA0010 1635068617

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan pesan perdamaian, persatuan, serta komitmen aksi nyata Indonesia dalam menghadapi tantangan global saat berpidato di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80 di New York, Amerika Serikat, Selasa (23/9).

Prabowo menegaskan pentingnya peran PBB dalam menjaga keamanan dunia. Menurutnya, organisasi internasional itu tetap menjadi pilar utama bagi stabilitas global.

“Tanpa PBB, tak ada negara yang merasa aman. Kita memerlukan PBB, dan Indonesia akan terus mendukungnya. Walau kita masih berjuang, kita tahu dunia memerlukan PBB yang kuat,” kata Prabowo.

Baca Juga: Pesan Tegas Prabowo di PBB: Jangan Jadikan Ilmu Senjata Kehancuran

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan tantangan dunia yang semakin berat, mulai dari krisis pangan, energi, hingga air.

Ia menekankan, Indonesia tidak hanya berusaha memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi negara lain.

Tahun ini, Indonesia mencatat produksi beras dan cadangan pangan tertinggi dalam sejarah.

Baca Juga: Prabowo Raih Standing Ovation Usai Delapan Kali Disambut Tepuk Tangan di Sidang Umum PBB

Prabowo menegaskan, Indonesia kini swasembada beras dan sudah mulai mengekspor ke negara lain, termasuk Palestina.

“Kami yakin dalam beberapa tahun Indonesia akan menjadi lumbung hijau dunia,” tegasnya.

Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia sudah merasakan langsung dampak perubahan iklim, termasuk naiknya permukaan laut.

Baca Juga: Pesan Prabowo di PBB: Dunia Harus Bertindak, Gaza Butuh Perdamaian

Prabowo menyebut, di pantai utara Jakarta permukaan laut naik lima sentimeter setiap tahun.

Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah membangun tanggul laut sepanjang 480 kilometer.

“Mungkin butuh 20 tahun, tetapi kami harus memulainya sekarang,” ujarnya.

Baca Juga: Pidato Prabowo di PBB Soal Palestina Disambut Applause Delegasi Dunia

Prabowo juga menegaskan komitmen Indonesia pada Perjanjian Paris dengan target emisi nol bersih pada 2060, bahkan optimistis bisa dicapai lebih cepat.

Selain itu, Indonesia juga berfokus pada transisi energi. Mulai tahun depan, sebagian besar pembangkit listrik baru akan menggunakan energi terbarukan.

“Tujuan kami jelas: mengangkat seluruh masyarakat keluar dari kemiskinan dan menjadikan Indonesia pusat solusi ketahanan pangan, energi, dan air,” pungkas Prabowo.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *