Perjanjian Rahasia? Indonesia–Australia Sepakat Perkuat Strategi Militer Bersama

IMG 20251112 WA0074 4204923882

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese secara resmi mengumumkan penyelesaian substansial Perjanjian Keamanan Bilateral Indonesia–Australia dalam konferensi pers bersama di Sydney, Rabu (12/11).

Presiden Prabowo menegaskan, perjanjian ini bukan sekadar langkah diplomatik, melainkan wujud komitmen kedua negara dalam memperkuat kerja sama pertahanan serta menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

“Perjanjian ini menegaskan komitmen kami untuk mempererat persahabatan dan menjamin keamanan kedua negara,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Ternyata Begini Isi Pembicaraan Prabowo dengan Tokoh Dunia Paul Keating

“Hubungan baik antarnegara tetangga menjadi fondasi perdamaian yang langgeng, sejalan dengan nilai budaya Indonesia tentang pentingnya saling membantu.” tambahnya 

Prabowo juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Australia selama kunjungan kenegaraan perdananya.

“Saya merasa terhormat diterima dalam suasana penuh keakraban. Bahkan saya disambut dengan musik bagpipe — alat musik yang memang saya sukai,” tambahnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo dan Albanese Teken Perjanjian Penting, Apa yang Sebenarnya Disepakati?

Sementara itu, PM Anthony Albanese menyebut perjanjian ini sebagai “momen bersejarah” yang menandai era baru kerja sama keamanan yang lebih komprehensif antara kedua negara.

“Perjanjian ini menunjukkan tekad bersama Indonesia dan Australia untuk menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan dengan bertindak bersama,” kata Albanese.

Menurut Albanese, kesepakatan baru tersebut memperkuat dasar kerja sama yang telah dibangun melalui Perjanjian Keamanan Keating–Suharto (1995), Traktat Lombok (2006), dan Perjanjian Kerja Sama Pertahanan (2024).

Baca Juga: Bukan Cuma Diplomasi, Ini Pesan Filosofis Prabowo untuk Australia

Perjanjian ini juga menetapkan mekanisme konsultasi rutin di tingkat pemimpin dan menteri untuk merumuskan kebijakan bersama menghadapi tantangan keamanan regional.

 

“Jika keamanan salah satu pihak terancam, kedua negara akan berkonsultasi dan mempertimbangkan langkah bersama,” ujar Albanese.

Penandatanganan resmi perjanjian dijadwalkan berlangsung di Indonesia pada Januari 2026, setelah masing-masing negara menyelesaikan proses domestiknya.

Baca Juga: Capek tapi Tetap Ramah, Prabowo Bikin Warga Aisyiyah di Sydney Terharu

Perjanjian keamanan baru ini menandai perluasan dan pendalaman kerja sama strategis Indonesia–Australia di bidang pertahanan dan keamanan kawasan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *