Pemerintah Rekrut 1.515 Guru ASN Baru Tahun Ini Untuk Sekolah Rakyat

PicMa 648936 1749293771079 3137009536

Raebesinws.com — Dirjen Guru, Tenaga Kependidikan dan Pendidikan Guru (Ditjen GTK-PG), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Prof. Nunuk Suryani menyampaikan sebuah kabar gembira bagi lulusan pendidikan guru di tanah air. 

Kabar gembira tersebut tak lain adalah, bahwa Kemendikdasmen menargetkan untuk merekrut 1.515 guru menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang akan ditugaskan menjadi guru di Sekolah Rakyat. 

Hal ini disampaikan oleh Dirjen GTK-PG, Nunuk Suryani, dalam Dialog Pimpinan Direktorat Jendral GTKPG bersama media, Rabu (4/6/2025).

Baca Juga: Sri Mulyani Tetapkan Uang Lembur ASN 2026, Berikut Besaran Dan Syarat Mendapatkannya

Dijelaskan Prof. Nunuk, sebagaimana dikutip dari indonesia.go.id, saat ini pemerintah sedang menyiapkan pendirian 100 sekolah rakyat. Dan untuk mendukung itu, dibutuhkan sedikitnya 1.515 guru. 

Kebijakan merekrut 1.515 guru ASN tersebut diambil pemerintah, karena pemenuhan kebutuhan guru untuk sekolah rakyat tidak bisa dilakukan melalui redistribusi ASN yang sudah ada. 

“Pemenuhan kebutuhan guru (untuk Sekolah Rakyat, red) tidak dilakukan melalui redistribusi guru-guru dari sekolah lain, karena wilayah calon lokasi Sekolah Rakyat umumnya masih mengalami kekurangan guru,” jelas Prof. Nunuk.

Baca Juga: Instruksi Tegas Bupati Malaka: Tak Ikut Bersih Desa, Jangan Harap Dapat Bantuan!

Sebagai solusi, Ditjen GTK-PG akan menyiapkan tiga kali lipat jumlah kandidat guru, yakni sekitar 4.500 guru lulusan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang masih fresh graduate. 

Mereka akan diseleksi oleh tim dari Kementerian Sosial (Kemensos) selaku penyelenggara utama Sekolah Rakyat. Proses seleksi akan mempertimbangkan karakter, sertifikasi, dan kesiapan tinggal di lingkungan asrama bersama siswa.

“Karena anak-anak itu boarding school, maka diharapkan gurunya juga bisa tinggal bersama mereka,” ujar Nunuk.

Baca Juga: Wakil Bupati Malaka Tuntut Penjaga Pintu Air Lebih Disiplin: Kalau Tidak Mampu Mundur

Selain kebutuhan guru, Kemendikdasmen juga telah menyiapkan formasi kepala sekolah untuk setiap lokasi. Berbeda dengan guru, para kepala sekolah akan diambil dari ASN berpengalaman yang telah melalui proses seleksi internal Ditjen GTK.

“Kita sudah mengusulkan nama-nama untuk menjadi kepala sekolah, hasil seleksi dari Kemendikbud,” tambahnya.

Langkah ini merupakan bagian dari kolaborasi lintas kementerian, termasuk Kemensos, Kementerian PAN-RB, dan Kemendikdasmen, dalam menjalankan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Wakil Bupati Malaka Hadiri Forum Kesehatan Kemenkes di Kupang, Ini yang Dibahas

“Kemenpan-RB akan menetapkan formasi atas usulan dari Kemensos. Kami dari Kemendikdasmen menyiapkan guru dan kepala sekolahnya,” terang Nunuk.

Nunuk juga menggarisbawahi tantangan nasional dalam memenuhi kebutuhan guru. Saat ini Indonesia masih menghadapi kekurangan guru yang cukup signifikan, sehingga redistribusi guru antarwilayah dinilai bukan solusi utama.

“Kalau terus dilakukan redistribusi, kita akan memperbesar kekurangan guru di wilayah asal. Perjuangan untuk menjadi ASN juga tidak mudah,” ujarnya.

Baca Juga: SBS-HMS Bangun Tanggul Penahan Banjir: Petani Malaka Barat Dapat Harapan Baru

Dengan pendekatan selektif, kolaboratif, dan berbasis kebutuhan lokal, Kemendikbud menargetkan agar Sekolah Rakyat benar-benar menjadi model pendidikan berkualitas untuk anak-anak Indonesia yang tinggal di wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) atau yang membutuhkan perhatian khusus.*

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *