MBG Dongkrak Permintaan Kedelai, UMKM Tempe Tumbuh Pesat

IMG 20251119 WA0069 102863446

RAEBESINEWS.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi para pelaku UMKM dan petani sebagai produsen bahan baku utama.

Cucup Ruhiat, Direktur PT Azaki Food Internasional—perusahaan eksportir tempe yang memasok ke 12 negara di Asia dan Eropa—mengakui bahwa MBG telah membuka rantai nilai baru yang menguntungkan banyak pihak. 

Selain ekspor, Azaki kini juga memenuhi kebutuhan tempe untuk ratusan dapur MBG di 15 kota.

Baca Juga: Prabowo & Raja Abdullah II Tiba-Tiba Tersenyum Saat Drone Melintas, Ini Momen yang Terjadi

Menurut Cucup, MBG tidak semata menyediakan bahan pangan untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi telah menciptakan model ekonomi baru yang melibatkan UMKM sebagai aktor utama.

“Satu rumah produksi kami bisa menyuplai lima hingga 15 dapur MBG,” ujarnya. Jika dihitung dengan ratusan dapur di berbagai wilayah, lanjutnya, program ini memberikan dampak ekonomi yang luas.

Ia menegaskan, program ini menghidupkan banyak lini ekonomi: petani kedelai memperoleh pasar yang lebih besar, produsen tempe berkembang, lapangan kerja lokal terbuka, dan industri pengolahan pangan semakin terintegrasi dalam kebijakan nasional.

Baca Juga: Prabowo Bikin Kejutan Saat Melepas Raja Abdullah II: Ini Momen yang Jadi Sorotan

“Petani kedelai semakin hidup, produsen tempe berkembang, tenaga kerja lokal terserap, dan industri pengolahan pangan masuk dalam orbit kebijakan nasional,” tambahnya.

Cucup menyebut MBG sebagai bentuk gotong royong yang menjadikan UMKM bukan sekadar objek pembinaan, tetapi bagian penting dalam ekosistem produksi pangan nasional.

Menurutnya, UMKM memiliki peran strategis sebagai penjaga stabilitas sosial, penyangga ekonomi keluarga, sekaligus penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga: Bukan Cuma Diplomasi, Ini Pesan Filosofis Prabowo untuk Australia

PT Azaki Food Internasional diketahui mengekspor sedikitnya 150 ton tempe frozen per bulan ke Arab Saudi, Korea, Chile, Australia, hingga Inggris.

 

Sejak memasok kebutuhan dapur MBG, omzet perusahaan tersebut dilaporkan terus meningkat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *