RAEBESINEWS.COM – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang Jakarta dan sekitarnya pada Rabu (20/8/2025) pukul 19.54 WIB.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kedalaman 10 kilometer.
Getaran gempa terasa cukup kuat di Jakarta selama 1–4 detik. Warga berhamburan keluar rumah dan gedung-gedung bertingkat demi menghindari risiko bangunan runtuh.
Baca Juga: Unhas Sambut 69 Mahasiswa Baru Asal Timor Leste, Perkuat Kerja Sama Pendidikan Regional
Selain di ibu kota, guncangan juga dirasakan masyarakat di Depok, Bekasi, Bogor, Karawang, hingga Purwakarta.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto segera memerintahkan jajarannya untuk melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) guna memantau kondisi lapangan.
“Segera cek dan laporkan,” ujarnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa. Namun, BNPB tetap mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Pukul 20.35 WIB, tercatat satu kali gempa susulan dengan magnitudo 2,1.
Imbauan Keselamatan
BNPB mengimbau masyarakat menjauhi bangunan yang retak atau berpotensi roboh, serta menghindari penggunaan lift ketika berada di gedung bertingkat. Warga disarankan menggunakan jalur darurat dan tangga sebagai akses evakuasi.
Baca Juga: BKN Umumkan Syarat PPPK Paruh Waktu 2025, Kamu Termasuk?
Sebagai bentuk kewaspadaan dini, BNPB juga menyarankan masyarakat membuat alarm sederhana menggunakan kaleng atau panci yang ditumpuk. Jika terjadi gempa, benda-benda itu akan jatuh dan menimbulkan bunyi, sehingga dapat menjadi peringatan untuk segera menyelamatkan diri.
Klarifikasi Video Hoaks
Di tengah situasi panik, beredar sebuah video yang memperlihatkan kerusakan Puskesmas Purwasari di Karawang. Video tersebut dikaitkan dengan gempa.
Baca Juga: Kontingen Kempo Malaka Dilepas ke Kejurda se-NTT dan FSK RDTL Piala Bupati Belu II
Namun, BNPB menegaskan informasi itu tidak benar. Kerusakan puskesmas terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang yang melanda Karawang pada sore hari sebelum gempa.
BNPB meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.
Warga diharapkan hanya merujuk informasi dari sumber resmi seperti BNPB, BMKG, BPBD, TNI, Polri, maupun instansi berwenang lainnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





