RAEBESINEWS.COM – Guru PAUD Honorer 36 Tahun di NTT Akhirnya Resmi Jadi PPPK, Asnat Nenabu Ucapkan Terima Kasih kepada Presiden Prabowo
Perjalanan panjang Asnat Nenabu (56), guru honorer di PAUD Sobana Fotilo, Amanatun Utara, Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur, akhirnya berbuah manis.
Setelah puluhan tahun mengabdi dengan gaji minim, ia kini resmi diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Baca Juga: Guru PAUD di Pelosok NTT Resmi Jadi PPPK Setelah Videonya Direspons Presiden Prabowo
Di halaman sekolah tempatnya mengajar, Asnat menyampaikan rasa syukur sekaligus ucapan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto.
“Saya minta terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menanggapi video saya. Sampaikan salam saya, Mama Asnat, untuk Bapak Presiden,” ujar Asnat, Kamis (27/11).
Asnat memulai karier mengajarnya sejak lulus SMA, pertama di SMP Kristen Puli, kemudian berpindah ke SD Inpres Fotilo.
Baca Juga: Ratusan Tenda, Perahu Karet, dan Genset Terbang ke Sumatera, Seberapa Parah Situasinya?
Namun kebijakan sekolah yang mewajibkan seluruh guru berpendidikan sarjana membuatnya tidak bisa bertahan, karena ia tidak memiliki biaya untuk melanjutkan kuliah. Ia kemudian mengabdikan diri sebagai guru PAUD hingga saat ini.
Selama 12 tahun terakhir, ia hanya menerima honor Rp200 ribu per bulan dari dana BOS. Kondisi itu membuat namanya sempat viral setelah videonya memohon pemerintah memperhatikan nasib guru honorer menyebar di media sosial.
Dalam video tersebut, ia hanya berharap bisa merasakan satu hari menerima gaji dari pemerintah sebelum pensiun di usia 60 tahun.
Baca Juga: Pemerintah Gelar Operasi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Curah Hujan dan Cegah Bencana Susulan
Setelah mendapat kepastian dari Pemerintah Kabupaten TTS bahwa dirinya resmi masuk daftar PPPK paruh waktu, Asnat tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya.
Meski begitu, ia tetap berharap rekan-rekannya sesama guru honorer juga bisa merasakan hal yang sama.
“Saya mau teman-teman saya juga ikut merasakan berkat dari pemerintah. Mereka juga mengabdi untuk generasi muda,” tuturnya.
Bagi Asnat, mengajar bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan hidup yang tidak bisa ia tinggalkan.
“Biar tidak diangkat pun, saya tetap mengajar sampai saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Biar saya berbakti untuk manusia dan bangsa, untuk anak-anak saya,” katanya.
Ia bahkan menegaskan bahwa kecintaannya pada anak-anak dan kampungnya membuatnya akan terus mengajar meski dalam kondisi sulit.
Baca Juga: Prabowo–Ratu Máxima Bahas Penguatan Transformasi Keuangan untuk Rakyat
“Biar mata saya buta atau saya tidak bisa berjalan, baru saya berhenti. Karena saya cinta anak-anak dan saya cinta kampung saya,” tegasnya.
Bupati Timor Tengah Selatan, Eduard Markus Liou, memastikan bahwa pemerintah daerah telah memenuhi permohonan Asnat untuk menjadi guru PPPK.
“Menjawab pemberitaan di media sosial mengenai Ibu Asnat Nenabu, dapat kami sampaikan bahwa beliau sudah terakomodir dalam PPPK paruh waktu,” kata Eduard.
Baca Juga: Tari Indang Sumbar Sambut Ratu Máxima Saat Bertemu Prabowo di Istana
Ia juga menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan pengangkatan guru honorer lainnya secara bertahap.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





