Bupati SBS Ajak Masyarakat Malaka Garap Lahan dengan Kerja Keras dan Pintar

Screenshot 20250710 152526 Gallery 298207332

RaebesiNews.com – Menjelang persiapan musim tanam pertama, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran (SBS) mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Malaka untuk lebih giat dan cerdas dalam mengelola lahan pertanian.

Seruan itu disampaikan sebagai bentuk motivasi agar sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi rakyat dapat terus berkembang dan memberi hasil maksimal bagi setiap keluarga.

Bupati SBS menekankan bahwa motivasi untuk bekerja tidak perlu selalu datang dari luar, melainkan harus tumbuh dari dalam diri dan lingkungan terkecil, yakni keluarga.

“Tidak perlu tunggu kades, masing-masing keluarga harus berjuang dan kerja pintar, kerja keras,” tegas SBS.

Menurutnya, potensi pertanian di Kabupaten Malaka sangat besar, terlebih dengan adanya dukungan infrastruktur irigasi dari Bendungan Benenai dan sistem pertanian modern yang sudah mulai diterapkan di beberapa desa.

Dorong Kemandirian Petani

Bupati SBS yang dikenal sebagai pemimpin pro-rakyat menegaskan bahwa keberhasilan pertanian tidak selalu bergantung pada bantuan pemerintah desa atau program formal. Yang paling utama adalah semangat kemandirian.

“Kerja keras tanpa arah bisa jadi sia-sia, dan kerja pintar tanpa tenaga pun tidak cukup. Kita butuh keduanya,” ujar SBS.

Ia juga mendorong agar para petani mulai menerapkan prinsip kerja cerdas, yaitu dengan memanfaatkan teknologi sederhana, pengelolaan waktu yang efektif, dan kerja kolaboratif antar warga.

Musim Tanam: Momentum Bangkit

Menjelang musim tanam pertama, Bupati SBS berharap seluruh elemen masyarakat menyambutnya sebagai momentum untuk bangkit dan memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Dalam berbagai kesempatan, ia selalu menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya soal beras, tetapi juga tentang kecukupan gizi, ketersediaan hortikultura, dan hasil kebun yang bisa menopang ekonomi keluarga.

Pemerintah Kabupaten Malaka pun terus memberikan perhatian pada sektor pertanian melalui penyediaan benih, alat pertanian, serta pelatihan bagi para petani muda.

“Pertanian adalah hidup kita. Kalau kita garap lahan dengan serius, tidak ada keluarga yang kelaparan di Malaka,” pungkasnya.

Harapan Menuju Malaka Mandiri

Dengan semangat kerja keras dan kerja pintar, SBS berharap masyarakat Malaka semakin mandiri dan tidak hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri.

Ia meyakini bahwa jika seluruh keluarga memanfaatkan lahan dengan baik, maka Malaka tidak hanya akan cukup pangan, tetapi juga menjadi lumbung pangan bagi daerah lain di Nusa Tenggara Timur.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *