RaebesiNews.com – Genangan air yang merendam jalan raya depan SPBU Labarai, Desa Kamanasa, Kecamatan Malaka Tengah, akhirnya mendapat perhatian serius. Aksi cepat tanggap dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), bersama tim dari Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Kamis (12/06/2025).
Air yang selama ini menggenangi ruas jalan itu bukan disebabkan hujan semata, melainkan saluran drainase yang tersumbat oleh tumpukan sampah rumah tangga dan material liar. Akibatnya, arus lalu lintas terganggu, dan pengguna jalan harus ekstra hati-hati saat melintas.
Baca Juga: Prabowo: Hakim Tak Boleh Bisa Dibeli, Gaji Mereka Harus Layak
Namun pagi itu, suasana berubah. Sejak pukul delapan, satu unit ekskavator mini warna kuning dengan stiker “Komatsu” mulai menggaruk sampah yang menumpuk. Sementara, satu unit dump truck oranye milik Pemkab Malaka sudah standby di pinggir jalan, siap mengangkut sampah hasil kerukan.
Wabup Henri Melki Simu, mengenakan kemeja coklat muda, tampak berdiri di lokasi bersama salah satu staf dari Dinas PUPR yang memakai seragam bertuliskan “Cipta Karya”. Keduanya memantau langsung proses pembersihan.
Baca Juga: Prabowo Naikkan Gaji Hakim hingga 280%, Soroti Hakim yang Bebaskan Koruptor
“Kita tidak bisa biarkan masyarakat terganggu oleh hal seperti ini. Drainase harus bersih agar air bisa mengalir normal. Kalau dibiarkan, nanti bisa rusak jalan dan mengganggu aktivitas warga,” tegas HMS saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, masalah drainase bukan semata urusan pemerintah. Warga pun diminta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. “Sampah bukan untuk dibuang sembarangan. Kalau saluran air jadi tempat buang sampah, maka banjir kecil bisa jadi bencana besar,” ujarnya.
Baca Juga: Suara Bergetar, Prabowo Sampaikan Pesan Haru tentang Keadilan di Hadapan Para Hakim MA
Menurut salah satu warga yang menyaksikan aksi pembersihan itu, air yang tergenang sudah beberapa hari tak surut, apalagi jika hujan turun. “Biasanya motor harus jalan pelan-pelan. Kalau mobil kecil bisa mogok kalau air tinggi. Kami senang karena pak Wakil Bupati langsung turun,” ujar Domi Nahak, warga sekitar.
Pembersihan dilakukan cukup cepat. Dalam waktu kurang dari dua jam, tumpukan sampah yang menyumbat saluran telah diangkat, dan air mulai mengalir lancar. Dump truck terlihat bergerak perlahan menuju TPA setelah penuh dengan muatan.
Baca Juga: Liurai Palsu di Tanah Wehali: Suara Lantang Para Tetua Wesei Wehali
Langkah cepat ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Aksi nyata Wakil Bupati Malaka dan Dinas PUPR menjadi bukti bahwa pemerintah hadir saat rakyat membutuhkan.
“Ini baru pemimpin. Turun ke lapangan, bukan hanya duduk di kantor,” celetuk seorang pedagang di dekat SPBU sambil mengacungkan jempol.
Pembersihan drainase ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bersama bahwa persoalan lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak. Karena dari saluran kecil yang tersumbat, masalah besar bisa bermula.***.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









