RAEBESINEWS.COM – Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) yang digelar baru-baru ini menjadi momen penting tak hanya bagi para kepala daerah, tetapi juga bagi para Ketua dan Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari seluruh penjuru Nusantara.
Dalam forum nasional yang bergengsi ini, TP PKK tidak sekadar hadir sebagai pelengkap acara, melainkan sebagai peserta aktif yang terlibat dalam diskusi strategis dan pelatihan keterampilan kepemimpinan.
Baca Juga: Gaun Tenun Malaka Menari di Minahasa: Pesona Dua Perempuan dalam Munas VI Apkasi
Salah satu yang turut hadir adalah perwakilan dari TP PKK Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur. Ketua TP PKK yang diwakili oleh Staf Ahli Early, yang akrab disapa Aci Andika, bersama Pelaksana Harian (PLH) Maria Theresia Un Manek dan sejumlah pengurus lainnya, ambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama Munas VI Apkasi tersebut.
“Kami saling berdiskusi, bertukar pikiran dan pengalaman bagaimana caranya membantu bupati dan wakil bupati dalam menjalankan pemerintahan dan melayani masyarakat,” ujar Early kepada RaebesiNews.com, Sabtu (31/05/2025).
Menurutnya, kegiatan ini menjadi ajang berharga bagi seluruh TP PKK dari berbagai kabupaten untuk saling mengenal lebih dekat, membuka ruang sinergi lintas daerah, dan memperkuat jejaring kerja antarperempuan penggerak pembangunan di tingkat kabupaten.
Baca Juga: Kemenkes Rekrut Tenaga Kesehatan Untuk Penugasan Khusus, Mungkin Anda Memenuhi Syarat?
Latihan Etika Berpakaian dan Public Speaking
Salah satu sesi menarik dalam kegiatan tersebut adalah pelatihan tentang etika berpakaian bagi TP PKK, khususnya saat mendampingi kepala daerah dalam kegiatan resmi maupun non-formal.
Menurut Early, etika berpakaian bukan hanya soal gaya, tetapi juga cerminan identitas, etika sosial, serta penghormatan terhadap jabatan dan institusi yang diwakili.
“Etika berpakaian TP PKK diajarkan juga. Bagaimana sebaiknya kami menyesuaikan busana saat mendampingi bupati dan wakil bupati, baik dalam kegiatan formal, keagamaan, maupun saat kunjungan ke masyarakat,” ungkapnya.
Tak hanya itu, para pengurus TP PKK juga dibekali dengan pelatihan public speaking atau keterampilan berbicara di depan umum.
Hal ini dianggap sangat penting mengingat peran TP PKK kini tidak hanya berada di balik layar, tetapi juga sebagai juru bicara kebijakan dan penggerak program pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput.
“Kadang kami harus bicara di depan forum besar, menyampaikan laporan, memberi sambutan, atau menjadi narasumber. Maka kami pun perlu tahu bagaimana menyampaikan pesan dengan baik dan percaya diri,” imbuh Early.
Baca Juga: Perlindungan Guru dan Fasilitas Pendidikan: Langkah Strategis SBS-HMS di Malaka
Meneguhkan Peran Strategis TP PKK di Era Pemerintahan Modern
Munas VI Apkasi bukan hanya menjadi ajang temu kepala daerah, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya pengakuan terhadap peran strategis TP PKK dalam menyukseskan pembangunan daerah.
Di era pemerintahan modern yang menekankan kolaborasi multisektor, keberadaan TP PKK menjadi mitra penting bagi bupati dan wakil bupati dalam menyampaikan program pemerintah secara langsung kepada masyarakat.
PLH TP PKK Malaka, Maria Theresia Un Manek, menyampaikan bahwa TP PKK kini bukan hanya organisasi pendamping, tetapi bagian dari sistem pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
“Dengan adanya forum seperti ini, kami merasa lebih dihargai dan diperkuat kapasitasnya. Kami tidak hanya diajak datang, tapi juga dilibatkan dalam dialog, pelatihan, dan refleksi peran kami selama ini,” kata Maria Theresia.
Baca Juga: Warga Angkaes Bentuk Koperasi Mera Putih, Kristin Elisabeth Heny Nahak Terpilih Jadi Ketua
Jembatan antara Pemerintah dan Masyarakat
Melalui kegiatan Munas VI Apkasi ini, TP PKK dari seluruh kabupaten dapat menyelaraskan visi dan misi mereka sebagai mitra aktif dalam pembangunan, khususnya dalam bidang kesehatan keluarga, pendidikan nonformal, ekonomi kreatif perempuan, dan ketahanan keluarga.
Early menyampaikan harapannya agar hasil diskusi dan pelatihan yang diperoleh dapat diaplikasikan secara nyata di Kabupaten Malaka, yang kini tengah mendorong penguatan peran perempuan dalam berbagai sektor.
Baca Juga: WOW! 94 Persen Desa Di TTU Sudah Bentuk Koperasi Desa Merah Putih
“Kami akan terus belajar, berjejaring, dan mengembangkan diri agar peran kami di TP PKK benar-benar menjadi jembatan yang kokoh antara pemerintah dan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan semangat melayani, TP PKK Kabupaten Malaka membawa pulang pengalaman dan ilmu baru yang diharapkan mampu memberi warna baru dalam kerja-kerja pemberdayaan di bumi Malaka yang dikenal sebagai tanah berbudaya dan religius.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









