Daerah  

Tak Mau Jalan Rusak Ditandai Drum, SBS-HMS Tinjau Perbaikan Deker di Jalan Menuju Pantai Motadikin

Screenshot 20250617 180859 Gallery 4136996093

RaebesiNews.com – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), didampingi Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), turun langsung meninjau progres perbaikan deker yang ambruk di ruas jalan menuju Pantai Motadikin, Desa Fahiluka, Kecamatan Malaka Tengah. Turut hadir Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka, Lorens Haba, dan sejumlah pejabat teknis terkait.

Deker tersebut sebelumnya mengalami keruntuhan akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Malaka selama hampir sepekan.

Kondisi tersebut menyebabkan terganggunya akses warga dan kendaraan ke lokasi wisata Pantai Motadikin serta area permukiman sekitar.

Baca Juga: SBS Tegaskan Tiga Pilar Utama Birokrasi kepada CPNS Malaka

Menanggapi hal itu, Bupati SBS langsung menginstruksikan Dinas PUPR untuk membongkar konstruksi lama dan membangun ulang deker dengan spesifikasi teknis yang lebih kokoh dan tahan terhadap tekanan debit air yang besar saat musim hujan.

“Jalan yang rusak harus diperbaiki segera. Jangan taruh drum di jalan kalau jalan rusak. Pemerintah punya kewajiban untuk perbaiki,” tegas SBS di lokasi, Selasa (17/6/2025).

Dalam arahannya kepada tim teknis, SBS menekankan pentingnya mutu pekerjaan. Ia meminta agar struktur deker yang dibangun tidak hanya sekadar selesai secara administratif, tetapi juga kuat dan berumur panjang untuk menjamin keselamatan pengguna jalan.

Baca Juga: Bukan Sekadar SK: SBS Tempa CPNS di Tengah Genangan dan Terik

Spesifikasi Teknis Deker

Menurut penjelasan teknis dari Dinas PUPR, konstruksi deker yang baru dirancang menggunakan pasangan batu kali dengan material pengikat mortar semen, diperkuat tulangan baja pada bagian balok lintas (cross beam), serta sistem drainase samping untuk mencegah erosi pada pondasi. Dimensi deker mencakup lebar 3 meter dengan tinggi pondasi minimal 1,5 meter dari dasar aliran air.

Pekerjaan juga melibatkan pembangunan talud penahan tanah (revetment) di sisi hilir dan hulu guna memperkuat tebing sungai serta mencegah undermining (penggerusan dari bawah) yang bisa kembali menyebabkan kegagalan struktur.

Plh Kadis PUPR Lorens Haba menyatakan bahwa pekerjaan ini dipacu agar selesai dalam waktu kurang dari dua pekan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian konstruksi.

“Kami gunakan konstruksi deker tipe sederhana yang disesuaikan dengan karakteristik tanah dan debit air. Material lokal juga dimaksimalkan untuk efisiensi, tanpa mengabaikan standar teknis,” ungkap Lorens.

Baca Juga: Jelang Peluncuran MBG di Malaka HMS Tinjau Dapur Sehat di Belu

Kepemimpinan yang Responsif

Warga yang hadir saat peninjauan turut mengapresiasi sikap cepat tanggap pemerintah daerah. Salah seorang tokoh masyarakat setempat menyebut, kepemimpinan SBS-HMS menunjukkan komitmen nyata terhadap infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada akses ekonomi dan mobilitas rakyat.

Seperti diketahui, Pantai Motadikin merupakan salah satu destinasi wisata lokal yang mulai ramai dikunjungi, terutama di musim liburan. Akses jalan yang baik menjadi kunci untuk mendukung geliat ekonomi warga melalui sektor pariwisata dan usaha mikro sekitar.

Baca Juga: SBS Tegaskan 5 Kapital Sebagai ASN: Loyal pada Aturan Hingga Etika Birokrasi

Sikap Bupati SBS yang memilih langsung turun ke lokasi, bukan hanya memantau dari balik meja, dianggap sebagai bentuk kontrol langsung terhadap kualitas pekerjaan dan kedisiplinan teknis.

Dengan pendekatan teknokratik dan responsif ini, Pemerintah Kabupaten Malaka kembali menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan semata proyek beton, tetapi soal pelayanan dan tanggung jawab terhadap keselamatan dan kenyamanan rakyat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *