RaebesiNews.com – Ruang rapat Kantor Desa Lakekun Barat tampak lebih hidup dari biasanya pada pagi itu. Para petani dari berbagai dusun berkumpul, duduk rapi sambil membawa buku catatan kecil. Mereka datang bukan sekadar untuk mendengar, tetapi untuk memastikan musim tanam (MT) I tahun 2026 benar-benar menjadi musim panen yang lebih baik.
Sosialisasi kali ini menghadirkan kolaborasi empat pihak sekaligus: PT Bisi 2 sebagai penyedia benih unggul, LSM Wahana Visi Indonesia (WVI) yang selama ini mendampingi kelompok petani, Credit Union Serviam yang membuka ruang dukungan akses permodalan, serta pemerintah Desa Lakekun Barat sebagai tuan rumah dan penggerak utama.
Benih Sridewi: Harapan Baru di Sawah Petani
Dalam sosialisasi tersebut, perwakilan PT Bisi 2 memaparkan keunggulan benih padi Sridewi, varietas unggul yang dikenal adaptif terhadap kondisi iklim kering, tahan terhadap beberapa jenis hama, serta memiliki produktivitas tinggi.
“Sridewi ini bukan hanya benih, tapi investasi hasil bagi petani. Dengan perawatan standar, hasilnya bisa meningkat signifikan dibanding varietas lokal,” ujar perwakilan PT Bisi di hadapan peserta.
Para petani terlihat antusias. Banyak yang mengajukan pertanyaan seputar cara tanam, kebutuhan pupuk, hingga estimasi biaya produksi.
Peran WVI dan CU Serviam: Pendampingan dan Akses Modal
LSM WVI memberikan materi terkait penguatan kelompok tani dan biaya produksi yang lebih efisien. Mereka mengingatkan bahwa benih unggul harus diikuti dengan manajemen usaha tani yang baik.
Sementara itu, CU Serviam hadir menawarkan fasilitas kredit pertanian dengan bunga yang bersahabat. Program ini disambut baik karena banyak petani yang ingin meningkatkan usaha namun sering terkendala modal awal.
“Kami siap mendukung petani Lakekun Barat, asalkan perencanaan musim tanamnya jelas dan kelompok tetap solid,” jelas pihak CU Serviam.
Pemerintah Desa Dorong Petani Lebih Serius Menyongsong MT I 2026
Penjabat Kepala Desa Lakekun Barat menegaskan bahwa pemerintah desa akan mendukung sepenuhnya upaya peningkatan produksi pangan.
“MT I tahun 2026 harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Kita punya irigasi, kita punya lahan, kita punya kelompok tani yang aktif. Tinggal kita lengkapi dengan benih yang tepat dan pendampingan yang benar,” tegas beliau dalam sambutannya.
Pemerintah desa juga berkomitmen memfasilitasi distribusi benih, memantau proses penanaman, serta memastikan semua kelompok tani mendapat akses informasi dan pelatihan lanjutan.
Suasana Diskusi Hangat dan Penuh Optimisme
Sosialisasi berjalan interaktif. Beberapa petani senior menyampaikan pengalaman mereka menggunakan varietas unggul sebelumnya. Petani-petani muda pun berani bertanya dan mencatat dengan serius.
Kegiatan ditutup dengan kesepakatan bahwa setiap kelompok tani akan mengajukan kebutuhan benih Sridewi secara kolektif, agar distribusinya lebih tertib.
Menuju Panen yang Lebih Baik
Sosialisasi ini bukan sekadar pertemuan teknis. Ia menjadi titik awal semangat baru bagi para petani Lakekun Barat untuk meningkatkan produksi padi dan memastikan lumbung pangan desa tetap terjaga.
Dengan sinergi pemerintah desa, perusahaan benih, lembaga pendamping, dan lembaga keuangan, para petani percaya bahwa MT I tahun 2026 akan menjadi musim yang penuh harapan dan hasil yang lebih melimpah.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









