RAEBESINEWS.COM – Sosok dr. Stefanus Bria Seran (SBS) kembali menjadi sorotan publik setelah terpilih dan dilantik kembali sebagai Bupati Malaka periode 2025-2030 bersama dengan Wakil Bupati Henri Melki Simu.
Kemenangan itu menandai babak baru bagi SBS, yang sebelumnya merupakan Bupati Malaka pertama pada periode 2016–2021.
Menariknya, meskipun sempat kalah dalam Pilkada 2020 dan tidak menjabat selama satu periode, SBS menunjukkan kedewasaan politik yang patut diteladani.
Baca Juga: Peringatan Keras dari SBS: Jangan Harap Bantuan Jika Abai Gotong Royong!
Selama masa itu, ia tidak pernah sekalipun mengeluarkan pernyataan yang mengganggu jalannya pemerintahan Bupati Simon Nahak dan Wakilnya Kim Taolin.
“Setiap masa ada orangnya,” ujar SBS dalam sebuah pernyataan yang menyejukkan. “Saya ikut mengurus daerah ini dan saya tidak boleh mengganggu apabila sudah tidak menjabat lagi,” tambahnya dengan nada tegas namun rendah hati.
Teladan dalam Demokrasi
SBS mencerminkan nilai patriotisme sejati, dengan sikap elegan saat berada di luar kekuasaan. Ia memilih untuk mendukung jalannya pemerintahan tanpa mengintervensi atau membuat kegaduhan politik.
Baca Juga: Bukan Hibah, Ternyata Modal Awal Koperasi Merah Putih Dari Pemerintah Berupa Pinjaman
Di tengah budaya politik yang kadang diwarnai balas dendam dan saling menjatuhkan, sikap ini menjadi oase yang menenangkan.
“Masa saya dan Pak Wakil baru dilantik dua bulan, demo bertubi-tubi. Selama empat tahun ke mana?” ujarnya, mengingat kembali masa awal pemerintahannya yang penuh tantangan. Namun, ia tidak membalas perlakuan serupa saat posisinya sebagai warga biasa.
Kembali dengan Misi Baru
Terpilihnya SBS dan Henri Melki Simu dalam Pilkada 2024 menandai kepercayaan baru dari rakyat Malaka. Pasangan ini diharapkan mampu membawa semangat baru, namun tetap berakar pada pengalaman dan kedewasaan yang telah terbukti.
Baca Juga: Kepala Desa Tesa Pimpin Kerja Bakti Massal, Wujudkan Desa Bersih dan Sehat
Dalam pidato awal masa jabatannya, SBS menegaskan bahwa pemerintahannya akan fokus pada pelayanan publik, pembangunan infrastruktur dasar, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami tidak datang untuk balas dendam. Kami datang untuk melayani dan mengurus rakyat Malaka,” ujarnya.
Sikap SBS yang tidak pernah mengganggu pemerintahan saat ia berada di luar kekuasaan menjadi bukti bahwa politik bisa dijalankan dengan etika dan kehormatan. Kembalinya ia ke tampuk pimpinan bukan sekadar kemenangan politik, tapi kemenangan prinsip dan nilai.
Baca Juga: Di Balik Lahan Hortikultura Wakil Ketua DPRD Malaka, Ada Harapan dan Motivasi Untuk Rakyat
Kini, SBS dan Henri Melki Simu menatap masa depan Malaka dengan semangat kolaborasi dan rekonsiliasi. Dengan dukungan rakyat, mereka siap membangun Malaka yang lebih maju, adil, dan sejahtera.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











