RaebesiNews.com – Kepemimpinan dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Henri Melki Simu (HMS) membawa perubahan nyata bagi sektor pertanian Kabupaten Malaka. Pemerintah daerah tidak lagi menempatkan petani sebagai objek pembangunan, melainkan sebagai subjek utama yang didengar kebutuhannya. Program pengolahan lahan gratis, pendampingan PPL, dan perbaikan jaringan irigasi menjadi tulang punggung kebijakan pertanian era SBS–HMS.
Dengan memaksimalkan Bendung Kali Benenai, lahan sawah di berbagai kecamatan kini mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun. Produksi jagung, padi, dan hortikultura meningkat signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah. Bagi petani kecil, kebijakan ini menjadi angin segar karena biaya produksi dapat ditekan secara drastis.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









