RaebesiNews.com – Julukan Sahabat Para Petani Malaka yang kini melekat pada pasangan Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) dan Henri Melki Simu (HMS), bukanlah sekadar slogan politik. Julukan itu lahir dari kebijakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan dasar petani, terutama menjelang musim tanam jagung dan padi. Di tengah tantangan iklim, biaya produksi yang tinggi, serta keterbatasan akses sarana pertanian, SBS–HMS hadir dengan langkah konkret: kebun gratis untuk rakyat.
Melalui program kebun gratis, lahan milik petani digarap tanpa dipungut biaya. Pemerintah daerah mengambil peran aktif dengan menurunkan alat dan tenaga untuk membantu pengolahan lahan, khususnya jelang musim tanam jagung. Kebijakan ini secara langsung meringankan beban petani, yang selama ini harus mengeluarkan biaya besar hanya untuk membajak dan menyiapkan lahan. Dengan lahan yang sudah siap tanam, petani bisa lebih fokus pada perawatan tanaman dan peningkatan hasil panen.
Komitmen SBS–HMS terhadap petani tidak berhenti pada pengolahan lahan. Saluran irigasi yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan kini diperbaiki secara bertahap. Kolaborasi lintas dinas memastikan aliran air menuju areal persawahan kembali lancar. Hasilnya nyata: sawah-sawah milik petani di Malaka kini mampu ditanami hingga tiga kali dalam setahun. Kondisi ini menjadi tonggak penting dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
Keberpihakan pemerintah daerah juga terlihat dari kehadiran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang selalu berada di tengah-tengah petani. PPL tidak lagi sekadar menjadi pendamping administratif, melainkan mitra kerja petani di lapangan. Mulai dari pemilihan benih, pola tanam, pengendalian hama, hingga manajemen panen, semuanya didampingi secara intensif. Kehadiran PPL memberi rasa aman dan kepercayaan diri bagi petani untuk terus berproduksi.
SBS–HMS memandang pertanian sebagai denyut nadi kehidupan masyarakat Malaka. Tanah Malaka yang subur, sebagai muara dari wilayah Belu, TTU, dan TTS, harus dikelola dengan kebijakan yang pro-rakyat. Prinsip yang dipegang teguh adalah sederhana namun bermakna: rakyat tidak boleh lapar di tanah yang subur. Karena itu, pemerintah hadir bukan sebagai penonton, melainkan sebagai penggerak dan pelindung petani.
Dengan kebun gratis, irigasi yang terjamin, serta pendampingan PPL yang konsisten, petani Malaka kini merasakan perubahan nyata. Produktivitas meningkat, biaya produksi menurun, dan harapan akan masa depan pertanian yang lebih sejahtera kembali tumbuh. Di mata para petani, SBS–HMS bukan hanya pemimpin daerah, tetapi sahabat yang berjalan bersama mereka di ladang dan sawah, menanam harapan, dan menuai kesejahteraan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











