RAEBESINEWS.COM – Kabupaten Malaka akhirnya punya alasan untuk berharap lebih besar. Dalam waktu hanya tiga bulan menjabat, duet kepemimpinan dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Henri Melki Simu (HMS) langsung mengeksekusi pembangunan tanggul di dua titik kritis: Malaka Barat dan kawasan Aintasi, Malaka Tengah.
Ini bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah jawaban atas ratapan panjang para petani di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Benenain, ratapan yang selama bertahun-tahun hanya bertemu dengan banjir, gagal panen, dan perut-perut yang lapar di atas tanah yang mestinya makmur.
Baca Juga: RS Pratama Wewiku: Hadiah Ulang Tahun Simon Nahak yang Paling Kelam
Air Bah dan Harapan yang Tenggelam
Setiap kali hujan deras datang, air kali Benenain meluap. Tidak hanya membawa lumpur, tapi juga kesedihan yang tak kunjung selesai. Sawah terendam, kebun tergenang, dan harapan pun hanyut tanpa kabar. Tahun berganti, pemerintahan datang dan pergi, namun banjir tetap menjadi momok yang membekap napas petani.
“Setiap tahun kami gagal panen. Air naik sampai di dalam kebun. Mau tanam apa saja tidak bisa,” kisah Servas Seran, warga Aintasi, dengan mata yang menyimpan kenangan pahit bertahun-tahun.
“Tapi sekarang kami mulai punya harapan. Terima kasih kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati yang sudah putuskan bangun tanggul ini.”
Baca Juga: Pemkab Malaka Bangun Tanggul 1,6 KM di Aintasi, HMS Serahkan Lahan ke Pihak Ketiga
SBS-HMS: Janji Bukan Sekadar Kata
Langkah cepat SBS-HMS mengeksekusi proyek tanggul ini adalah bukti komitmen kuat pada visi besar mereka: tidak boleh ada rakyat Malaka yang kelaparan di atas tanah subur ini.
Program pembangunan infrastruktur pertanian bukan sekadar narasi politik, melainkan kerja nyata yang menyentuh kebutuhan paling mendasar rakyat: pangan, ketahanan hidup, dan martabat.
“Kita tidak bisa biarkan rakyat terus dihantui banjir dan gagal panen. Ini soal keadilan ekologis, soal keberpihakan terhadap petani,” ujar wakil bupati HMS dalam satu kesempatan di Malaka Barat.
Dua tanggul yang kini sedang dikerjakan adalah bagian dari desain besar proteksi wilayah pertanian di sekitar DAS Benenain. Ini adalah kawasan vital yang menyuplai sebagian besar produksi jagung, padi, dan hortikultura di Malaka.
Dengan adanya tanggul ini, jutaan meter kubik air banjir akan dikendalikan, lahan pertanian bisa terselamatkan, dan musim tanam bisa berlangsung tanpa ketakutan akan bencana.
Baca Juga: SBS-HMS Bangun Tanggul Penahan Banjir: Petani Malaka Barat Dapat Harapan Baru
Investasi untuk Generasi
Tanggul bukan hanya proyek beton. Ia adalah investasi jangka panjang yang menjamin anak-anak petani bisa terus sekolah tanpa harus putus karena orang tua mereka gagal panen.
Ia adalah pagar hidup yang menjaga desa-desa kecil di lembah Benenain dari amukan air liar. Dan lebih dari itu, ia adalah bukti bahwa pemerintahan ini tahu betul bagaimana memberi rasa aman lewat kerja nyata.
Masyarakat di Aintasi dan Malaka Barat menyambut proyek ini dengan penuh antusias. Banyak yang terlibat dalam pekerjaan fisik, bukan hanya sebagai tenaga kerja, tapi sebagai pemilik harapan.
“Kami ikut kerja karena kami tahu ini bukan hanya untuk sekarang, tapi untuk masa depan anak-anak kami,” ujar seorang petani muda di Wehali.
Baca Juga: SBS di Kementan: Kami Tak Mau Rakyat Malaka Kelaparan di Tanah Subur
Pemerintahan yang Mendengar dan Bergerak
Pemerintahan SBS-HMS tidak memilih diam. Mereka hadir sebagai pemimpin yang mendengar keluhan rakyatnya, mencatatnya, lalu menggerakkan mesin birokrasi untuk menyelesaikannya.
Dalam waktu singkat, keputusan strategis diambil, anggaran dialokasikan, dan alat berat mulai bekerja di tepian Benenain.
Ini adalah awal dari serangkaian proyek strategis yang akan diluncurkan untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat Malaka. Dan sebagaimana slogan mereka, “Kerja Untuk Rakyat,” SBS-HMS mulai menepati janjinya satu per satu.
Baca Juga: Wakil Bupati Malaka Hadiri Forum Kesehatan Kemenkes di Kupang, Ini yang Dibahas
Jalan Panjang Menuju Kemakmuran
Tanggul di Malaka Barat dan Aintasi adalah dua titik awal. Tapi dampaknya akan mengalir seperti air Benenain yang kini mulai dijinakkan.
Petani bisa menanam tanpa rasa takut. Anak-anak bisa makan lebih kenyang. Dan Malaka, perlahan namun pasti, mulai bangkit dari kelelahan panjangnya.
Terima kasih kepada pemimpin yang tidak hanya tahu berkata, tetapi juga tahu bekerja. SBS dan HMS telah membuka lembaran baru: bahwa di tanah yang subur ini, rakyat Malaka memang pantas untuk hidup makmur.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









