RaebesiNews.com – Dalam sepuluh bulan kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), Kabupaten Malaka mulai merasakan denyut perubahan yang nyata.
Salah satu yang paling dirasakan langsung oleh masyarakat adalah kemampuan petani untuk melakukan tanam hingga tiga kali dalam setahun, sebuah capaian yang sebelumnya hanya menjadi harapan.
Air Mengalir, Harapan Mengalir
Keberhasilan ini bukan datang tiba-tiba. SBS HMS menunjukkan kepemimpinan yang bekerja di lapangan, bukan hanya di balik meja. Bupati SBS berkali-kali terjun langsung memeriksa kondisi saluran air yang menghidupi areal persawahan. Ia berjalan dari satu titik ke titik lain, memastikan aliran dari Bendung Benenai dan jaringan irigasi turun sampai ke petak-petak sawah masyarakat.
Di sisi lain, Wakil Bupati HMS hadir di tengah masyarakat, mendengar keluhan para petani, dan memastikan setiap masalah yang muncul langsung direspons oleh dinas teknis. Pola kepemimpinan seperti inilah yang membuat masyarakat merasa diperhatikan.
Kolaborasi 3 Dinas, Solusi Menjadi Nyata
Tiga dinas kunci, Dinas Pertanian, PUPR, dan Lingkungan Hidup, bergerak serempak. Kolaborasi ini membuat pekerjaan tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
Dinas Pertanian memastikan pola tanam, bibit, dan jadwal pengairan disiapkan baik.
PUPR memperbaiki dan memastikan saluran irigasi berfungsi optimal.
Dinas Lingkungan Hidup menjaga kondisi lingkungan sekitar saluran air agar tetap aman dan berkelanjutan.
Hasilnya, saluran air yang sebelumnya tersendat kini kembali lancar, bahkan tetap mengalir di musim panas. Kondisi ini membuat petani tidak lagi dihantui kekeringan dan bisa mengatur pola tanam secara lebih produktif.
Petani: “Kami Bisa Tanam Tiga Kali, Terima Kasih Pemerintah”
Kabar tentang tiga kali tanam ini datang dari suara para petani sendiri. Mereka merasakan betul manfaat dari pembenahan saluran air dan kehadiran pemimpin di lapangan. Jerih payah pemerintah daerah akhirnya terjawab dengan meningkatnya produktivitas pertanian.
Beberapa petani menyampaikan rasa syukur mereka. Bagaimana tidak? Mengolah sawah tiga kali berarti hasil panen lebih banyak, pendapatan meningkat, dan masa depan keluarga menjadi lebih cerah.
“Dulu kalau musim panas, air susah. Tapi sekarang, walau panas, air tetap ada. Terima kasih untuk SBS dan HMS,” ungkap seorang petani dengan penuh sukacita.
Kepemimpinan yang Mengubah Wajah Pertanian
Hanya dalam sepuluh bulan, SBS HMS berhasil memberi bukti bahwa kepemimpinan bukan sekadar wacana, tetapi kerja nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat. Program membenahi irigasi terbukti berdampak besar bagi sendi utama ekonomi Malaka: pertanian.
Dengan kerja yang terukur, turun lapangan, dan respons cepat terhadap persoalan rakyat, duet SBS HMS perlahan mengembalikan kejayaan sektor persawahan di Malaka.
Harapan Baru dari Sawah yang Kembali Subur
Sepuluh bulan kepemimpinan telah membawa tanda-tanda baik. Saluran air mengalir, petani bekerja dengan tenang, dan panen tiga kali setahun bukan lagi impian.
Jika konsistensi ini terus dijaga, maka Malaka tidak hanya akan dikenal sebagai daerah yang subur, tetapi juga sebagai contoh bagaimana kepemimpinan yang hadir bagi rakyat bisa mengubah kehidupan banyak orang.
SBS HMS telah memulai langkahnya. Malaka bergerak maju dari sawah yang kembali hidup, dari petani yang kembali tersenyum.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









