RaebesiNews.com – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS), kembali menegaskan pentingnya peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka dalam mendorong kemandirian fiskal daerah melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Pesan itu disampaikan SBS saat memberikan arahan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD Kabupaten Malaka yang digelar bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Trisakti Jakarta, Senin (27/10/2025).
Dalam suasana yang penuh keakraban namun sarat makna, SBS menyoroti bahwa pembahasan APBD setiap tahun seharusnya tidak hanya terfokus pada belanja daerah, tetapi juga menaruh perhatian besar pada sisi pendapatan. Ia menilai, banyak daerah terjebak dalam pola pikir konsumtif, lebih sibuk mengatur pengeluaran daripada berinovasi menggali sumber pemasukan baru.
“DPRD jangan hanya sibuk membicarakan belanja, tetapi harus berpikir keras bagaimana cara meningkatkan PAD. Karena kalau PAD kita lemah, maka kemampuan belanja daerah juga terbatas,” ujar SBS dalam arahannya yang disambut tepuk tangan peserta.
Menurut SBS, kekuatan sebuah daerah ditentukan oleh kemampuannya mengelola sumber daya sendiri. Kemandirian fiskal bukanlah sesuatu yang datang dari pusat, melainkan dari kreativitas dan keberanian daerah menggali potensi yang ada.
“Kalau kita ingin Malaka maju dan mandiri, maka kita harus mulai dari PAD. Semua potensi harus dioptimalkan, baik dari sektor pajak, retribusi, pengelolaan aset, maupun potensi ekonomi lokal lainnya,” lanjutnya.
Mendorong DPRD Jadi Motor PAD
Bupati SBS menegaskan, DPRD sebagai lembaga legislatif bukan hanya berfungsi membahas dan menyetujui anggaran, tetapi juga berperan strategis dalam mendorong kebijakan peningkatan pendapatan daerah. Ia berharap para wakil rakyat Malaka bisa menjadi motor penggerak kebijakan ekonomi lokal yang berpihak pada rakyat.
“Saya mengajak teman-teman DPRD untuk menjadi mitra aktif pemerintah daerah dalam menggali PAD. Mari kita duduk bersama, pikirkan strategi, dan ambil langkah-langkah konkret agar PAD Malaka bisa tumbuh signifikan setiap tahun,” ujarnya.
Menurutnya, dengan PAD yang kuat, pemerintah daerah memiliki ruang gerak yang lebih luas untuk membiayai program-program pembangunan tanpa harus terlalu bergantung pada dana transfer pusat.
“Selama ini kita masih banyak bergantung pada dana transfer. Tapi kalau PAD meningkat, kita akan lebih leluasa menentukan arah pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat,” imbuhnya.
Sinergi Eksekutif-Legislatif untuk Malaka Mandiri
Dalam kesempatan itu, SBS juga menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif. Ia mengingatkan bahwa hubungan keduanya bukan sekadar formalitas, tetapi kemitraan strategis untuk mencapai tujuan bersama: kesejahteraan rakyat Malaka.
“Kita ini bukan dua pihak yang saling berhadapan, tapi dua mitra yang punya tanggung jawab moral terhadap rakyat. Kalau kita bekerja dalam semangat yang sama, maka PAD akan naik, pembangunan akan lancar, dan masyarakat pun merasakan manfaatnya,” tegas SBS dengan penuh keyakinan.
SBS pun mengapresiasi langkah DPRD Malaka yang rutin mengikuti Bimtek guna meningkatkan kapasitas dan pemahaman anggota dewan dalam menjalankan tiga fungsi utama: legislasi, pengawasan, dan penganggaran. Ia menilai, kegiatan semacam ini sangat penting agar para anggota DPRD bisa terus beradaptasi dengan dinamika kebijakan keuangan daerah yang semakin kompleks.
“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya jadi agenda rutin, tapi benar-benar menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat kemampuan kita dalam mengelola keuangan daerah dengan baik,” ungkapnya.
Harapan untuk Malaka yang Lebih Kuat
Menutup arahannya, Bupati SBS kembali mengingatkan bahwa membangun Malaka bukan hanya soal membagi anggaran, tetapi tentang bagaimana menciptakan kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa PAD harus menjadi prioritas bersama, karena dari sanalah pondasi kemandirian daerah dibangun.
“Mari kita ubah cara berpikir. Membangun Malaka tidak cukup dengan membagi anggaran, tetapi dengan meningkatkan PAD untuk kesejahteraan rakyat. Kalau PAD kuat, maka pembangunan akan berjalan tanpa tersendat,” pungkasnya.
Kegiatan Bimtek DPRD Kabupaten Malaka tahun 2025 ini dihadiri oleh seluruh anggota dewan, dengan menghadirkan para pakar dan akademisi dari Universitas Trisakti yang membawakan materi seputar tata kelola keuangan daerah, strategi peningkatan PAD, dan penguatan fungsi pengawasan DPRD.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan produktif. Para anggota DPRD tampak antusias menyimak materi yang disampaikan, terutama terkait strategi peningkatan PAD berbasis potensi lokal, seperti sektor pertanian, peternakan, dan pariwisata yang menjadi kekuatan utama Kabupaten Malaka.
Dengan semangat kolaboratif antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Malaka, Bupati SBS optimistis bahwa ke depan, Malaka akan mampu membangun kemandirian fiskal yang lebih kuat dan mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyatnya.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









