RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka semakin serius menyiapkan fondasi pangan daerah guna mendukung program strategis Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), bersama jajaran Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL).
Dalam rapat tersebut, dibahas secara rinci kesiapan pengolahan lahan pertanian menggunakan alat berat seperti traktor dan ekskavator (Eksa), serta pendataan petani penerima bantuan yang benar-benar membutuhkan olah lahan dan bibit tanaman pangan.
“MBG bukan hanya soal makan di sekolah. Ini menyangkut seluruh rantai produksi pangan di Malaka. Karena itu, kita harus siapkan lahan dan petani dengan baik dari sekarang,” tegas Wakil Bupati HMS.
PPL Dikerahkan untuk Petakan Kebutuhan Petani
Untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran, para PPL diberi mandat untuk mendata langsung petani yang memiliki lahan namun kekurangan alat atau modal untuk mengolahnya. Pendataan ini menjadi basis kebijakan dalam menyalurkan bantuan traktor, eksa, hingga bibit unggul secara merata dan terencana.
“Pendataan harus akurat dan objektif. Kita tidak ingin ada petani yang betul-betul butuh justru terlewat hanya karena tidak masuk daftar,” ujar HMS.
Dinas Pertanian juga memastikan bahwa sistem rotasi penggunaan alat berat akan diatur berdasarkan klaster wilayah dan kesiapan lahan petani, agar tidak terjadi penumpukan atau keterlambatan jadwal tanam.
Pertanian sebagai Penopang Gizi Lokal
Program MBG menuntut ketersediaan pangan lokal yang berkualitas, mulai dari beras, sayur-mayur, hingga sumber protein hewani. Oleh sebab itu, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan harus berjalan beriringan dalam mendukung suplai bahan pangan ke sekolah-sekolah.
“Kalau kita ingin anak-anak kita makan bergizi setiap hari, maka kita harus pastikan pasokan pangan dihasilkan dari desa-desa kita sendiri,” ujar Kepala Dinas Pertanian.
Dalam waktu dekat, Pemkab Malaka akan meluncurkan sistem digital berbasis desa untuk memantau progres pengolahan lahan, distribusi bibit, dan jadwal panen. Sistem ini akan dikoneksikan dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, sebagai bagian dari integrasi program MBG.
Gotong Royong Menuju Kemandirian Pangan
Wabup Henri Melki Simu menutup rapat dengan seruan kerja kolaboratif. Ia mengajak seluruh stakeholder, mulai dari kepala desa, kelompok tani, hingga petugas lapangan, untuk bekerja dalam semangat gotong royong dan pengabdian.
“MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan. Ini adalah strategi besar untuk membangun generasi sehat dan kuat dari desa. Kita mulai dari lahan, dari petani, dari sekarang.”***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











