Daerah  

Program Kesehatan Gratis SBS–HMS: Upaya Menghapus Sekat Akses Layanan Medis di Kabupaten Malaka

Screenshot 2025 10 13 09 02 04 52 680d03679600f7af0b4c700c6b270fe7 3454287271

RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) terus menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Melalui kebijakan pelayanan kesehatan gratis berbasis e-KTP, pemerintah berupaya memastikan seluruh warga Malaka memperoleh hak dasar atas layanan kesehatan tanpa dibebani persoalan biaya. Program ini lahir dari realitas sosial masyarakat Malaka yang sebagian besar hidup dari sektor pertanian dan belum sepenuhnya memiliki jaminan kesehatan mandiri.

Pelayanan kesehatan gratis tersebut mencakup layanan rawat jalan, rawat inap dasar, pemeriksaan medis umum, hingga penanganan awal bagi pasien rujukan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas, puskesmas pembantu, hingga rumah sakit daerah, agar kebijakan ini berjalan merata di seluruh kecamatan. Dengan hanya menunjukkan e-KTP Malaka, masyarakat dapat langsung mengakses layanan kesehatan tanpa prosedur administrasi yang rumit.

Bupati SBS dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa kesehatan adalah fondasi utama pembangunan manusia. Menurutnya, tidak boleh ada warga Malaka yang menunda berobat hanya karena tidak memiliki uang. Pemerintah daerah, kata SBS, hadir untuk menjamin keselamatan dan kesehatan rakyatnya, terlebih di wilayah yang secara geografis memiliki tantangan jarak dan keterbatasan infrastruktur.

Di sisi lain, Wakil Bupati HMS berperan aktif dalam memastikan implementasi kebijakan berjalan sesuai tujuan. HMS kerap turun langsung ke lapangan, berdialog dengan tenaga kesehatan dan masyarakat, untuk menyerap aspirasi serta mengevaluasi kendala pelayanan. Pendekatan ini dilakukan agar kebijakan tidak berhenti di tataran administratif, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Program kesehatan gratis ini juga berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sejak dini. Data dari sejumlah puskesmas menunjukkan peningkatan kunjungan pasien, terutama ibu hamil, lansia, dan anak-anak. Hal ini menjadi indikator bahwa hambatan biaya selama ini menjadi faktor utama rendahnya akses layanan kesehatan.

Meski demikian, pemerintah daerah menyadari bahwa program ini masih memerlukan penguatan, terutama dari sisi ketersediaan tenaga medis dan fasilitas pendukung. SBS–HMS menegaskan komitmen untuk terus melakukan pembenahan secara bertahap, dengan prinsip pelayanan yang adil, manusiawi, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Malaka yang sehat dan produktif.

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *