RaebesiNews com – Pembangunan pertanian di Kabupaten Malaka di era SBS–HMS berangkat dari filosofi bahwa petani adalah subjek utama pembangunan. Pemerintah daerah tidak memaksakan program dari atas, melainkan membangun bersama petani melalui dialog dan partisipasi.
Setiap kebijakan pertanian dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Petani dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pendekatan ini menciptakan rasa memiliki yang kuat dan meningkatkan keberhasilan program.
Petani juga didorong untuk mandiri dan inovatif. Pelatihan, pendampingan, dan akses informasi diberikan agar petani mampu mengambil keputusan sendiri dalam usaha taninya. Kemandirian ini menjadi kunci keberlanjutan pembangunan pertanian.
Dengan menempatkan petani sebagai subjek, hubungan antara pemerintah dan masyarakat menjadi lebih setara. Kepercayaan tumbuh, konflik berkurang, dan kerja sama menguat. Pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor marginal, melainkan sebagai pilar utama pembangunan daerah.
Filosofi ini menjadikan pertanian Malaka lebih manusiawi, berkeadilan, dan berkelanjutan di era kepemimpinan SBS–HMS.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











