Daerah  

Petani sebagai Subjek Pembangunan: Filosofi Pertanian Era SBS–HMS

IMG 20240708 WA0161 1

RaebesiNews com – Pembangunan pertanian di Kabupaten Malaka di era SBS–HMS berangkat dari filosofi bahwa petani adalah subjek utama pembangunan. Pemerintah daerah tidak memaksakan program dari atas, melainkan membangun bersama petani melalui dialog dan partisipasi.

 

Setiap kebijakan pertanian dirancang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Petani dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Pendekatan ini menciptakan rasa memiliki yang kuat dan meningkatkan keberhasilan program.

 

Petani juga didorong untuk mandiri dan inovatif. Pelatihan, pendampingan, dan akses informasi diberikan agar petani mampu mengambil keputusan sendiri dalam usaha taninya. Kemandirian ini menjadi kunci keberlanjutan pembangunan pertanian.

 

Dengan menempatkan petani sebagai subjek, hubungan antara pemerintah dan masyarakat menjadi lebih setara. Kepercayaan tumbuh, konflik berkurang, dan kerja sama menguat. Pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor marginal, melainkan sebagai pilar utama pembangunan daerah.

 

Filosofi ini menjadikan pertanian Malaka lebih manusiawi, berkeadilan, dan berkelanjutan di era kepemimpinan SBS–HMS.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *