Daerah  

Pemdes Harekakae Bangun Jalan 500 Meter Lengkap dengan Bahu Jalan

IMG 20250811 WA0055 1409163653

RaebesiNews.com – Matahari siang memantulkan cahaya teriknya di atas sertu kali yang baru dihampar. Debu tipis berputar mengikuti irama angin, sementara suara berat mesin Sakai mengguncang tanah, memadatkan setiap kerikil agar kokoh menjadi dasar pijakan. Pemandangan itu menjadi saksi bahwa Desa Harekakae sedang bergerak maju.

Melalui dana APBDes Tahun Anggaran 2025, pemerintah desa setempat tengah membangun jalan penghubung antara Dusun Blok B dan Dusun Blok D sepanjang 500 meter. Sekilas, pembangunan jalan mungkin terdengar biasa. Namun kali ini, ada sesuatu yang berbeda: jalan tersebut dilengkapi bahu jalan yang rapi di kedua sisinya. Sebuah detail yang sering diabaikan, tapi sangat penting bagi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Kepala Desa Harekakae, Petrus Klau Luan, memandang proyek ini bukan sekadar pengerasan jalan. Ia menyebutnya sebagai jembatan penghubung kehidupan antarwarga.

“Kami ingin membangun jalan yang benar-benar bermanfaat, bukan hanya untuk memperlancar kendaraan, tapi juga mempermudah petani mengangkut hasil panen, mempersingkat jarak tempuh anak sekolah, dan memberi rasa aman bagi semua pengguna jalan,” ujarnya sambil mengamati alat berat yang terus bekerja.

Di sepanjang tepi jalan, bendera merah putih berkibar di tiang bambu. Anak-anak desa tampak duduk di batu besar, menonton mesin penggilas bergerak maju-mundur dengan rasa takjub. Sesekali, mereka berlari di sisi jalan, menghindari debu yang beterbangan.

Bagi warga seperti Yohanes, petani dari Blok D, jalan baru ini adalah berkah.

“Kalau musim hujan, dulu jalan becek sekali. Bawa hasil panen pakai motor pun sering tergelincir. Kalau sudah begini, kami bisa bawa jagung atau hasil kebun ke pasar lebih cepat,” katanya sambil tersenyum.

Pembangunan jalan dengan sertu kali ini memang dirancang agar lebih tahan lama. Bahu jalan yang dikerjakan bersamaan akan menjadi penopang agar badan jalan tidak cepat rusak. Desainnya juga memberi ruang aman bagi pejalan kaki atau pengendara roda dua yang ingin menepi.

Kerja sama antara pemerintah desa, pekerja lapangan, dan dukungan warga menjadi kunci kelancaran proyek ini. Siang itu, meski matahari terasa menyengat, para pekerja tetap bersemangat. Ada yang mengatur lalu lintas sederhana dengan peluit, ada yang mengarahkan alat berat, ada pula yang menata tepi jalan agar rapi.

Petrus Klau Luan meyakini, pembangunan infrastruktur seperti ini adalah pondasi kemajuan desa. Jalan yang baik akan membuka peluang usaha baru, meningkatkan harga jual hasil tani karena biaya angkut lebih murah, dan memperkuat interaksi sosial antarwarga.

“Jalan ini hanyalah permulaan. Kami ingin membuktikan bahwa dengan pengelolaan dana desa yang baik, kemajuan bukan hanya wacana, tetapi bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.

Ketika matahari mulai condong ke barat, suara Sakai perlahan mereda. Debu pun mulai mengendap di permukaan jalan yang rata. Dari ujung Blok B hingga Blok D, terbentang harapan baru: akses yang lebih mudah, perjalanan yang lebih cepat, dan masa depan yang lebih cerah untuk Desa Harekakae.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *