Daerah  

Jumat Bersih di Umalor, Bupati SBS: Kebersihan Desa Harus Jadi Budaya Gotong-royong

Screenshot 2025 09 12 08 36 22 17 6012fa4d4ddec268fc5c7112cbb265e7 1269741382

RaebesiNews.com – Suasana Jumat pagi di Desa Umalor, Kecamatan Malaka Barat, tampak berbeda. Warga berbondong-bondong keluar rumah membawa sapu, cangkul, parang, dan karung. Mereka bergabung dalam kegiatan Jumat Bersih yang dipimpin langsung oleh Kepala Desa Umalor, Elfiyanti Bria.

Jalan desa yang biasanya lengang kini dipenuhi suara sapu lidi, tawa anak-anak, hingga percakapan hangat antarwarga.

Gotong-royong membersihkan selokan, memotong rumput liar, hingga mengumpulkan sampah plastik menjadi pemandangan yang meneguhkan semangat kebersamaan.

SBS-HMS Dorong Gerakan Bersih Desa

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), menegaskan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga cerminan budaya masyarakat.

“Kebersihan harus menjadi bagian dari budaya hidup orang Malaka. Setiap desa perlu menjadikan kegiatan bersih desa sebagai gerakan gotong-royong, bukan sekadar acara seremonial,” tegas Bupati SBS.

Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), yang menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat.

Menurutnya, pemerintah hanya bisa mendorong dan memfasilitasi, tetapi kekuatan sejati ada pada warga yang bersatu menjaga kampungnya tetap bersih dan sehat.

Desa Umalor Jadi Contoh

Kepala Desa Umalor, Elfiyanti Bria, menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Bersih ini akan terus dilaksanakan secara rutin. Ia berharap langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Malaka Barat bahkan seluruh Kabupaten Malaka.

“Bersih itu sehat, bersih itu indah, dan bersih itu bagian dari iman. Kami ingin menjadikan gerakan ini sebagai kebiasaan turun-temurun,” ujarnya penuh semangat.

Gotong-royong, Warisan yang Tak Boleh Hilang

Di tengah arus modernisasi, budaya gotong-royong kerap tergerus oleh kesibukan dan individualisme. Namun, gerakan Jumat Bersih di Desa Umalor membuktikan bahwa semangat itu masih hidup.

Dengan kebersamaan, desa menjadi bersih, masyarakat sehat, dan solidaritas warga semakin kuat.

SBS menutup pesannya dengan harapan:

“Kalau semua desa di Malaka punya budaya gotong-royong bersih desa, maka Kabupaten Malaka akan menjadi daerah yang sehat, indah, dan membanggakan.”***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *