RAEBESINEWS.COM – Setiap Jumat pagi, suasana di bahu jalan antara Bakateu menuju Desa Harekakae tampak berbeda. Sejumlah warga tampak sibuk memotong rumput dan membersihkan sampah.
Aksi ini bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan bentuk nyata kepemimpinan Kepala Desa Wehali, Yohanes Robby Tey Seran, yang turun langsung memimpin kerja bakti bersama warganya.
Baca Juga: Pemkab Malaka Dorong Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Warga Desa Weoe Sambut Antusias
Kegiatan bersih-bersih yang sudah berlangsung lama ini menjadi agenda tetap Pemerintah Desa Wehali setiap akhir pekan.
Menurut Robby Tey Seran, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif, apalagi Desa Wehali merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Malaka.
“Desa Wehali adalah pusat kota Kabupaten Malaka, jadi wajib hukumnya untuk selalu bersih dan sehat,” ujar Robby Tey Seran, kepala desa tiga periode yang dikenal aktif dan tegas.
Baca Juga: Pemkab Malaka Perbaiki Jalan Rusak Demi Kenyamanan Masyarakat
Ia menegaskan bahwa wajah Kota Betun harus mencerminkan semangat masyarakatnya yang cinta kebersihan dan keteraturan.
Menurutnya, kebersihan bukan hanya soal estetika, tapi juga representasi budaya dan identitas daerah.
Desa Sampel dari BPK NTT
Bukan hanya soal kebersihan, Desa Wehali juga dikenal sebagai desa percontohan dalam pengelolaan keuangan desa.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui BPK NTT kerap menjadikan desa ini sebagai sampel dalam audit karena keterbukaan dan efisiensinya dalam penggunaan dana desa.
Baca Juga: Pemkab Malaka Dorong Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih, Warga Desa Weoe Sambut Antusias
Hal ini semakin memperkuat reputasi Desa Wehali sebagai model desa yang tidak hanya bersih secara fisik, tapi juga bersih dalam tata kelola pemerintahan.
Dukung Instruksi Bupati Malaka
Robby Tey Seran juga menyampaikan dukungan penuh terhadap instruksi Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu terkait penataan lingkungan dan kebersihan kota.
“Kota Betun wajib bersih. Kami di desa siap berkolaborasi dengan pemerintah kabupaten untuk mewujudkan Betun yang bersih, indah, dan sehat,” ujarnya.
Dengan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang hadir langsung di lapangan, Desa Wehali tidak hanya membersihkan jalanan, tetapi juga membersihkan stigma tentang desa yang lamban dalam aksi nyata.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












