Daerah  

Instruksi Tegas Bupati Malaka: Tak Ikut Bersih Desa, Jangan Harap Dapat Bantuan!

Screenshot 20250606 105943 WhatsApp 271345496

RAEBESIBEWS.COM – Di tanah bermartabat seperti Malaka, kebersihan bukan sekadar urusan estetika. Ia adalah cermin peradaban. Karena itu, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, menegaskan bahwa setiap warga desa wajib menjaga kebersihan lingkungannya. Bukan hanya pekarangan rumah, tapi juga jalan umum, fasilitas publik, dan pasar-pasar tradisional.

“Kalau ada warga yang tidak aktif membersihkan lingkungannya, jangan harap dapat bantuan dari pemerintah! Termasuk saat sakit, kami akan periksa dulu apakah yang bersangkutan aktif membangun desanya atau tidak,” tegas Bupati yang akrab disapa SBS itu dalam arahannya kepada para kepala desa.

Baca Juga: Pemkab Malaka Serahkan Enam Ekor Sapi Kurban untuk Umat Muslim, Wujud Toleransi Antar Umat Beragama

Arahan Tegas Untuk Para Kepala Desa Seluruh Malaka

Arahan tegas ini ditujukan kepada seluruh kepala desa, perangkat desa, dan masyarakat di Kabupaten Malaka. Kebiasaan bersih-bersih lingkungan tiap minggu harus menjadi budaya tetap. Setiap warga mesti dikenal oleh aparat desanya: mana yang aktif, mana yang abai.

“Kami tidak akan toleransi terhadap warga yang hanya tahu menuntut tapi tidak pernah mau bergotong royong. Ini tanah bermartabat, dan kita semua harus hidup bermartabat!” tandas SBS.

Baca Juga: SBS-HMS Buktikan Janji: Tanggul Penyelamat Petani Dibangun di Malaka Barat dan Aintasi

Dari Umatoos Untuk Seluruh Desa

Pernyataan ini mendapat dukungan nyata dari lapangan. Di Desa Umatoos, Pj Kepala Desa Heri Klau memimpin langsung kegiatan bersih-bersih bersama warga menuju kawasan wisata pantai Abudenok.

“Ini bukan hanya urusan sapu dan cangkul. Ini soal kesadaran hidup. Kami ingin menanamkan bahwa bersih itu tanggung jawab semua orang,” ujar Heri Klau.

Ia juga menegaskan bahwa perangkat desa akan mencatat warga yang tidak pernah ikut gotong royong, sebagai dasar kebijakan untuk penyaluran bantuan ke depan.

Baca Juga: RS Pratama Wewiku: Hadiah Ulang Tahun Simon Nahak yang Paling Kelam

Desa Bersih Rakyat Kuat

Menurut SBS, kebersihan lingkungan bukan proyek mewah, melainkan cermin cara berpikir masyarakat. Dari hal kecil seperti menyapu halaman, membuang sampah di tempatnya, hingga membersihkan saluran air, di situlah modal awal pembangunan manusia Malaka yang bermartabat.

“Kita bangun Malaka tidak dari janji, tapi dari kebiasaan baik yang dijaga setiap hari. Kebersihan adalah ukuran paling sederhana tapi paling jujur dari sebuah masyarakat yang beradab,” ucap SBS dalam forum resmi pemerintah kabupaten.

Baca Juga: Pemkab Malaka Bangun Tanggul 1,6 KM di Aintasi, HMS Serahkan Lahan ke Pihak Ketiga

Bupati SBS meminta semua kepala desa menindaklanjuti kebijakan ini secara tegas namun manusiawi. Warga yang tidak pernah hadir dalam kerja bakti tidak boleh diistimewakan dalam urusan bantuan. Sebaliknya, yang aktif dan peduli harus menjadi prioritas dalam layanan publik.

“Kalau tidak pernah muncul saat gotong royong, jangan datang ke kantor desa dengan proposal. Kami mau bangun desa dengan orang-orang yang mau terlibat, bukan hanya jadi penonton,” pungkas SBS.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *