RaebesiNews.com – Seusai Perayaan Misa Pentahbisan Imam Baru di Gereja Paroki Sta. Maria Fatima Betun, ribuan umat yang memenuhi area gereja meninggalkan suasana yang cukup padat.
Namun dalam waktu singkat, situasi berubah menjadi pemandangan kerja sama yang penuh kepedulian. Pasukan kuning dari Pemda Malaka langsung bergerak cepat membersihkan lingkungan gereja, memastikan area kembali rapi dan nyaman.
Petugas kebersihan tampak bekerja sistematis: menyapu, mengumpulkan sampah plastik dan kertas, membersihkan selokan kecil, hingga mengangkut kantong-kantong sampah ke dalam kendaraan operasional. Kehadiran mereka membuat seluruh area gereja kembali bersih dalam waktu singkat.
Tak hanya petugas, sejumlah umat turut serta membantu secara sukarela. Mereka memungut sampah yang masih tercecer dan menyerahkannya kepada petugas. Kebersamaan ini memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga bagian dari tanggung jawab umat.
Aksi ini sejalan dengan kebijakan besar Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS). Keduanya menaruh perhatian serius terhadap kebersihan, bukan hanya di Kota Betun sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga di setiap desa di seluruh wilayah Malaka.
Dikonfirmasi media ini, Bupati SBS menegaskan bahwa kebersihan adalah prioritas penting pemerintahannya.
“Kami ingin Malaka menjadi daerah yang bersih dari kota sampai ke desa. Kota Betun harus rapi dan sehat, tetapi desa-desa pun wajib terjaga kebersihannya. Pemerintah bekerja setiap hari, tetapi masyarakat adalah mitra utama,” tegas SBS.
Menurut SBS, desa-desa di Malaka memiliki peran besar dalam menjaga kualitas lingkungan secara menyeluruh. Karena itu, pemerintah terus memperkuat armada kebersihan, menyediakan sarana pendukung, dan mendorong kepala desa serta masyarakat untuk ikut aktif dalam gerakan kebersihan.
“Saya berterima kasih kepada pasukan kuning dan masyarakat yang terlibat dalam pembersihan di Paroki Betun. Ini contoh bahwa kerja sama pemerintah dan rakyat selalu menghasilkan hal baik. Itulah Malaka yang kita bangun, bersih, tertib, dan gotong royong,” tambahnya.
Selama masa kepemimpinan SBS–HMS, perhatian terhadap kebersihan tidak hanya diwujudkan melalui pembersihan rutin, tetapi juga melalui penataan ruang publik, pembiasaan kerja bakti, serta pengawasan lingkungan sampai ke pedalaman desa.
Aksi pasukan kuning setelah misa pentahbisan imam baru ini menjadi bukti nyata bahwa visi besar tersebut terus berjalan. Malaka bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun budaya hidup bersih di semua lapisan masyarakat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









