RaebesiNews.com – Weoe, desa terbesar di Kecamatan Wewiku, Malaka, menyimpan luka lama yang sudah berdebu oleh waktu. Luka itu berupa saluran air yang terputus akibat longsor belasan tahun silam.
Padahal, saluran itu sejatinya adalah nadi kehidupan para petani. Tanpanya, tanah menjadi kering, sawah menguning, dan harapan sering kali hanya digantungkan pada langit, pada hujan yang datang tak menentu.
Di tengah keresahan itu, hadir sosok wakil rakyat yang tidak hanya duduk di kursi empuk parlemen, tetapi benar-benar menjejak lumpur sawah rakyatnya.
Ia adalah Erwin Fransiskus Manek, anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Partai Perindo, Dapil II. Erwin menunjukkan bahwa menjadi wakil rakyat bukan sekadar gelar, melainkan panggilan untuk berbuat bagi mereka yang mempercayakan suaranya.
Turun Melihat, Bukan Sekadar Mendengar
Erwin tidak berhenti hanya dengan laporan warga. Ia sendiri yang turun, menyusuri jalan desa, menatap sawah kering, dan melihat dengan mata kepala betapa petani Weoe bekerja setengah putus asa. Ia lalu mengundang Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), beserta jajaran Dinas Pertanian untuk menyaksikan langsung kondisi tersebut.
Pemandangan itu menyentuh hati. Air yang seharusnya mengalir menjadi sumber kehidupan, justru berhenti di tengah jalan. Sawah-sawah yang mestinya hijau oleh padi, kini lebih sering tampak cokelat oleh tanah yang kehausan.
Respons Cepat Pemerintah
Tak tinggal diam, Wakil Bupati HMS segera melaporkan kondisi itu kepada Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS). Responnya cepat, sebagaimana dikenal gaya kepemimpinan SBS yang solutif dan berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat. Ia langsung memerintahkan agar saluran air di Weoe diprioritaskan pada tahun anggaran 2026.
Bukan hanya janji masa depan, pemerintah juga mengambil langkah darurat. Dalam waktu dekat, dinas terkait akan menurunkan excavator mini untuk membuka jalur sementara, agar air bisa dialirkan secara manual ke sawah para petani. Sebuah langkah sederhana, tetapi penuh arti, karena memberi napas segar bagi mereka yang sekian lama menanti.
Rakyat Berterima Kasih
Nama Erwin Fransiskus Manek pun disebut-sebut penuh syukur oleh warga. Ia dianggap bukan hanya wakil rakyat di gedung, tetapi wakil yang sesungguhnya turun di tanah rakyat. Perjuangannya menghadirkan solusi nyata, membuktikan bahwa politik bisa hadir dengan wajah yang bersahabat, bukan sekadar janji.
“Terima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati, dan terutama Pak Erwin yang peduli pada nasib kami,” ungkap seorang petani dengan mata berkaca-kaca.
Di tengah politik yang sering dipenuhi janji, langkah Erwin Fransiskus Manek memberi catatan indah: bahwa masih ada politisi yang setia pada rakyat kecil, terutama petani—mereka yang setiap tetes keringatnya memberi makan dunia.
Saluran air di desa terbesar Wewiku, Weoe, bukan sekadar proyek fisik. Ia adalah simbol perjuangan, bukti bahwa ketika wakil rakyat benar-benar mendengar, maka rakyat pun kembali percaya.
Dan di atas tanah Malaka yang kering, mulai tumbuh kembali benih harapan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











