Bertahun-tahun Dikepung Ancaman Banjir Benenain, Tanggul Oanmane Teruji Cegah Banjir, Warga Ungkap Perubahan di Era SBS HMS

Reporter : Frido Umrisu Raebesi Editor: Redaksi RaebesiNews.com
file_000000009430821184d6c5b1766726d6
Bertahun-tahun Dikepung Ancaman Banjir Benenain, Tanggul Oanmane Teruji Cegah Banjir, Warga Ungkap Perubahan di Era SBS HMS

RaebesiNews.com – Bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang banjir Sungai Benenain membuat masyarakat Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbiasa menghadapi kecemasan setiap kali musim hujan tiba. Ancaman tersebut bukan hanya dirasakan warga Desa Oanmane, tetapi juga masyarakat di hampir seluruh desa di Kecamatan Malaka Barat.

Kini, pembangunan tanggul penahan banjir di Desa Oanmane menjadi sorotan setelah masyarakat mengaku merasakan perubahan pada musim hujan tahun ini. Tanggul sepanjang kurang lebih satu kilometer yang dibangun pada masa kepemimpinan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu, A.Md (HMS), dinilai memberikan perlindungan yang berarti bagi warga setempat.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Yohanes Bria Makoan, tokoh adat Desa Oanmane, menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas pembangunan tanggul tersebut. Baginya, manfaat pembangunan bukan sekadar terlihat dari bangunan fisik, tetapi juga dari rasa aman yang mulai dirasakan masyarakat setelah bertahun-tahun hidup dengan kekhawatiran akan banjir.

“Sekarang kami bisa tidur malam dengan aman tanpa ada rasa takut saat musim hujan. Banjir tidak datang lagi,” ungkap Yohanes.

Menurutnya, tanggul Oanmane telah menghadapi ujian musim hujan tahun ini, ketika curah hujan cukup tinggi. Ia menilai keberadaan tanggul tersebut membantu melindungi masyarakat dari ancaman luapan Sungai Benenain yang selama ini menghantui kehidupan warga.

Luka Seroja 2021 Masih Membekas

Untuk memahami arti penting tanggul tersebut, masyarakat Oanmane tidak dapat melupakan pengalaman pahit saat Badai Seroja menerjang pada 2021.

Bencana itu meninggalkan kerugian besar. Rumah, kebun, ternak, dan berbagai harta benda warga terdampak banjir. Luapan air yang datang dengan cepat membuat masyarakat kesulitan menyelamatkan harta benda mereka.

“Waktu itu kami benar-benar tidak berdaya. Air naik cepat, semua hanyut. Tapi sekarang, kami sudah tenang,” kenang Yohanes.

Pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa banjir Benenain bukan sekadar persoalan cuaca. Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan, banjir menyangkut keselamatan keluarga, keberlangsungan mata pencaharian, dan masa depan generasi mereka.

Karena itu, pembangunan tanggul penahan banjir menjadi kebutuhan mendasar bagi warga yang selama bertahun-tahun menghadapi ancaman luapan sungai.

Warga Soroti Kekuatan Material Tanggul

Selain manfaat yang dirasakan pada musim hujan tahun ini, Yohanes juga menyoroti kondisi fisik tanggul Oanmane.

Berdasarkan pengamatannya, material timbunan tanah yang digunakan cukup padat dan kuat. Bahkan, ketika dilalui kendaraan berat jenis dump truck, tanah tanggul disebut tidak mengalami pergeseran, tetapi justru semakin padat.

file_00000000d7e071fa8cb0f51cef0acfab
Tanggul Oanmane dan Aintasi Terbukti Cegah Banjir, Wujud Nyata Komitmen SBS-HMS Melindungi Masyarakat Malaka

Kesaksian tersebut menjadi catatan lapangan yang penting bagi masyarakat. Meski demikian, untuk memastikan kekuatan konstruksi dalam jangka panjang, diperlukan pemeriksaan teknis terhadap kepadatan material, stabilitas lereng, sistem drainase, serta kemampuan tanggul menghadapi debit banjir ekstrem.

Keberhasilan menghadapi satu musim hujan merupakan perkembangan positif, tetapi pemeliharaan dan evaluasi berkala tetap dibutuhkan agar perlindungan terhadap masyarakat dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Kritik Politik dan Manfaat yang Dirasakan Masyarakat

Di tengah apresiasi terhadap pembangunan tanggul, Yohanes juga menyinggung komentar sejumlah pihak mengenai aspek teknis dan administrasi proyek pemerintah.

Menurutnya, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Namun, ia menilai pengalaman masyarakat yang terdampak banjir juga perlu menjadi pertimbangan ketika menilai manfaat pembangunan.

“Mereka yang dulu kalah politik boleh saja bicara administrasi, tapi di saat Seroja datang, tidak ada satu pun dari mereka yang datang melihat kondisi kami. Yang datang membantu dan membangun tanggul ini SBS dan HMS. Jadi kalau ada yang mau mencari-cari salah di kertas, silakan saja. Kami masyarakat lihat manfaatnya, bukan omongannya,” tegas Yohanes.

file_000000004ea88207bf16c918f61cac3e
Tanggul Oanmane Malaka Sepanjang 1 KM Masih Utuh, Teruji Halau Banjir Pada Musim Hujan 2026

Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Yohanes berdasarkan pengalaman dan penilaiannya sebagai tokoh adat sekaligus warga Desa Oanmane.

Di sisi lain, manfaat pembangunan dan kepatuhan administrasi merupakan dua hal berbeda yang sama-sama penting. Kualitas pekerjaan, transparansi anggaran, kesesuaian spesifikasi teknis, dan pertanggungjawaban penggunaan uang negara tetap harus dapat diperiksa secara terbuka.

Dengan demikian, apresiasi masyarakat tidak menutup ruang bagi pengawasan, sebagaimana kritik terhadap pemerintah juga perlu didasarkan pada fakta dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Malaka Barat Membutuhkan Perlindungan Menyeluruh

Keberadaan tanggul Oanmane memberikan harapan baru bagi warga setempat. Namun, persoalan banjir Benenain jauh lebih luas daripada satu desa.

Dampaknya dirasakan masyarakat di hampir seluruh desa di Kecamatan Malaka Barat. Karena itu, penanganan banjir membutuhkan pendekatan menyeluruh, mulai dari pemetaan wilayah rawan, pembangunan perlindungan di titik prioritas, pemeliharaan tanggul, hingga koordinasi pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melalui instansi teknis terkait.

Pemerintah juga perlu memastikan bahwa pembangunan di satu titik tidak menimbulkan risiko baru bagi wilayah lain. Evaluasi kondisi sungai, aliran air, dan dampak lingkungan menjadi bagian penting dalam perencanaan pengendalian banjir secara berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, tanggul Oanmane dapat menjadi salah satu titik evaluasi untuk melihat sejauh mana infrastruktur yang dibangun mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Publik juga berhak memperoleh informasi mengenai nilai anggaran, spesifikasi teknis, pelaksana pekerjaan, serta hasil pemeriksaan kualitas konstruksi agar manfaat pembangunan dapat berjalan seiring dengan transparansi dan akuntabilitas.

Bukan Sekadar Tanggul, tetapi Harapan untuk Hidup Lebih Aman

Bagi masyarakat Oanmane, perubahan yang mereka rasakan memiliki arti besar. Setelah bertahun-tahun dihantui kekhawatiran setiap kali hujan turun, kini mereka mengaku dapat beristirahat dengan lebih tenang.

Apresiasi Yohanes Bria Makoan kepada SBS–HMS mencerminkan pengalaman seorang warga yang merasakan langsung manfaat pembangunan di lingkungannya.

Namun, harapan masyarakat Malaka Barat tidak berhenti di Oanmane. Warga di desa-desa lain yang masih menghadapi ancaman banjir juga membutuhkan perlindungan yang memadai.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari panjang tanggul yang berdiri atau besarnya anggaran yang digunakan. Ukuran terpentingnya adalah sejauh mana infrastruktur tersebut mampu mengurangi risiko bencana, melindungi kehidupan masyarakat, dan memberikan rasa aman dalam jangka panjang.

Bagi warga Oanmane, tanggul itu telah menghadirkan harapan baru. Bagi Malaka Barat, pekerjaan besar untuk menghadapi ancaman banjir Benenain masih harus terus dilanjutkan.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung