Malaka –
Mahasiswa Desa Sanleo, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Emanuel Rikardus Neno, meminta Pemerintah Kabupaten Malaka, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Pusat, serta pihak PLN untuk segera memberikan perhatian terhadap 113 Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tudus yang hingga saat ini belum memiliki meteran listrik.
Menurut Emanuel Rikardus Neno, yang akrab disapa Riki, kondisi tersebut perlu segera ditangani karena jumlah warga yang belum memiliki meteran listrik jauh lebih banyak dibandingkan yang sudah memiliki akses listrik secara mandiri.
“Berdasarkan data yang ada, jumlah KK di Dusun Tudus sebanyak 125 KK. Dari jumlah tersebut, hanya 12 KK yang memiliki meteran listrik, sedangkan 113 KK lainnya belum memiliki meteran. Artinya, jumlah masyarakat yang belum menikmati layanan listrik secara layak masih sangat besar dan bahkan tidak mencapai setengah dari jumlah keseluruhan warga yang sudah memiliki meteran,” ungkap Riki, kepada media ini pada Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi ironi karena jaringan listrik telah tersedia di wilayah tersebut, namun sebagian besar masyarakat belum mampu menikmati manfaatnya akibat keterbatasan kepemilikan meteran listrik.
Menurut Riki, listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kegiatan pendidikan, aktivitas ekonomi, pelayanan sosial, serta kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
“Kami berharap pemerintah dan pihak terkait dapat melihat persoalan ini secara serius. Kehadiran listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menyangkut kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, 113 KK yang belum memiliki meteran listrik perlu mendapatkan perhatian dan solusi yang nyata,” tegasnya.
Riki juga berharap adanya program bantuan atau kebijakan khusus yang dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk memperoleh meteran listrik sehingga seluruh warga Dusun Tudus dapat menikmati akses listrik secara merata.
Ia menegaskan bahwa pemerataan akses listrik merupakan bagian dari upaya mewujudkan keadilan pembangunan hingga ke tingkat desa dan dusun, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tertinggal dalam menikmati layanan dasar yang menjadi kebutuhan penting di era saat ini.
“Masyarakat Dusun Tudus memiliki hak yang sama untuk menikmati layanan listrik yang layak. Oleh karena itu, kami berharap pemerintah dan PLN dapat segera mengambil langkah konkret agar seluruh warga dapat merasakan manfaat pembangunan secara merata,” pungkasnya.
Editor: Jery Manek
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















