Malaka, 18 Maret 2026 –
Pemerintah Kabupaten Malaka terus mendorong pembangunan infrastruktur strategis dengan membangun jembatan gantung Numbei di Kecamatan Malaka Tengah. Proyek senilai Rp7,15 miliar ini dipantau langsung oleh Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Rabu (18/3/2026).
Dalam kunjungannya, Bupati yang akrab disapa SBS itu menegaskan bahwa meskipun dalam suasana libur, dirinya tetap menjalankan tugas melalui pola kerja fleksibel (Work From Anywhere/WFA) untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Saya senang bisa melihat langsung pekerjaan bronjong yang menggunakan batu besar seperti pemecah ombak. Ini penting untuk memperkuat struktur dan melindungi jembatan,” ujarnya saat meninjau lokasi.
Bupati juga mengamati secara langsung proses pembangunan jembatan gantung Numbei–Kakaniuk dan menekankan pentingnya kualitas pekerjaan agar sesuai standar teknis dan benar-benar memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Di hadapan kepala desa Kakaniuk, pimpinan perangkat daerah, serta tokoh masyarakat, Bupati SBS menginstruksikan agar dilakukan pengawasan di kedua ujung jembatan setelah selesai dibangun. Ia meminta masing-masing desa menugaskan dua orang penjaga yang dibiayai melalui dana desa.
“Harus ada penjagaan. Dua orang di sisi Numbei dan dua orang di Kakaniuk. Ini untuk memastikan jembatan digunakan sesuai aturan,” tegasnya.
Ia juga menetapkan bahwa jembatan gantung tersebut hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua, sementara kendaraan roda tiga dilarang melintas demi menjaga keamanan dan umur konstruksi.
Selain itu, Bupati memberikan apresiasi dan motivasi kepada pihak ketiga pelaksana proyek. Ia menyebut kontraktor sebagai salah satu pelaku usaha lokal yang berperan penting dalam pembangunan jembatan gantung pertama di Kabupaten Malaka.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Malaka, Lorens Haba, menjelaskan bahwa proyek pembangunan jembatan gantung Numbei merupakan bagian dari program penyelenggaraan jalan yang dibiayai melalui APBD.
“Pekerjaan ini dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahun 2025 sebesar Rp3,95 miliar dan tahun 2026 sebesar Rp3,19 miliar,” jelasnya.
Ia menambahkan, jembatan sepanjang 110 meter tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 180 hari kalender, dimulai sejak 18 November 2025 dan ditargetkan selesai pada 16 Mei 2026.
Berdasarkan data kontrak, proyek ini bernomor PPK/SPK BM/DAU/157/XI/2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp7 miliar dan dikerjakan oleh CV Solusi Pratama Mandiri.
Pembangunan jembatan gantung Numbei diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, memperlancar konektivitas antarwilayah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga, khususnya di wilayah Malaka Tengah dan sekitarnya.
Proyek ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan Bupati , Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu dalam menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai program prioritas periode 2025–2030.
Editor : Boni Atolan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.















