Daerah  
| Topik :

Kolaborasi Pemkab Malaka dan PUPR NTT Atasi Kerusakan Saluran dan Lahan Pertanian Akibat Banjir di Lakekun

Reporter : Frido Umrisu RaebesiEditor: Redaksi
Screenshot 20260501 193413 Gallery
Kolaborasi Pemkab Malaka dan PUPR NTT Pulihkan Irigasi dan Lahan Pertanian Pasca Banjir di Lakekun

RaebesiNews.com – Di tengah lumpur yang masih basah dan aliran kali yang belum sepenuhnya pulih, harapan para petani di Desa Lakekun Barat dan Desa Lakekun, Kecamatan Kobalima, perlahan mulai kembali.

Banjir akibat hujan deras sepekan terakhir membuat kali kecil di Dusun Aimalae meluap. Material lumpur, pasir, dan kerikil terbawa arus dan menumpuk di saluran induk irigasi sepanjang kurang lebih dua kilometer. Aliran air menuju areal persawahan pun terhenti, mengancam lahan pertanian warga gagal tanam.

Dalam perspektif ilmu irigasi, kondisi ini dikenal sebagai sedimentasi saluran, yakni penumpukan material yang menghambat kapasitas dan kelancaran aliran air. Dampaknya, debit air menurun, distribusi tidak merata, dan efisiensi irigasi terganggu.

Situasi ini menuntut penanganan cepat dan tepat, terutama karena saluran induk irigasi tersebut merupakan kewenangan Dinas PUPR Provinsi NTT. Oleh sebab itu, intervensi dari pemerintah provinsi menjadi sangat penting dalam memastikan penanganan sesuai dengan tanggung jawab pengelolaan jaringan irigasi.

Merespons kondisi tersebut, Dinas PUPR Provinsi NTT bergerak cepat dengan menurunkan alat berat berupa excavator untuk melakukan normalisasi kali dan membersihkan saluran dari tumpukan sendimen. Langkah ini menjadi bagian penting dari pemeliharaan jaringan irigasi agar fungsi distribusi air kembali optimal.

Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, turun langsung ke lokasi bersama petugas dan petani. Meski harus menembus lumpur, ia memastikan pekerjaan berjalan maksimal.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Malaka, kami menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas PUPR atas respons cepat ini. Bantuan ini sangat berarti bagi para petani,” ujarnya.

Ia juga berharap agar bantuan excavator dapat terus digunakan hingga seluruh material di dalam saluran benar-benar selesai dikeruk.

“Walaupun saat ini air belum sepenuhnya mengalir, namun dalam beberapa hari ke depan saluran dipastikan sudah bersih,” tambahnya.

Dalam konsep irigasi, saluran yang bersih akan mengembalikan efisiensi aliran, sehingga air dapat kembali mengalir dengan volume dan kecepatan yang optimal menuju sawah-sawah warga.

Turut hadir Kepala Desa Lakekun Barat, Hendrikus Seran, yang setia mendampingi proses penanganan di lapangan bersama masyarakat.

Kini, di tengah kerja bersama, saluran yang sempat tersumbat perlahan kembali terbuka. Air mungkin belum sepenuhnya mengalir, tetapi arah pemulihan sudah jelas.

Di Lakekun, banjir memang sempat merusak saluran dan lahan pertanian. Namun melalui kolaborasi lintas kewenangan dan penanganan berbasis teknis, kehidupan kembali menemukan jalannya, seperti air yang pada akhirnya akan selalu mengalir menuju sawah-sawah rakyat.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *