RaebesiNews.com – Di tengah denyut kehidupan masyarakat yang masih bergulat dengan keterbatasan, hadir sebuah gerakan sunyi namun bermakna. Bukan sekadar program pemerintah, melainkan wujud nyata keberpihakan. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malaka menunjukkan bahwa pengabdian tidak selalu berdiri di balik seragam dan ketegasan aturan, tetapi juga hadir dalam kerja-kerja kemanusiaan.
Di bawah komando Pelaksana Tugas (Plt.) Kasat Pol PP, Martinus B.W. Tembu, S.Sos, jajaran Satpol PP Pemkab Malaka turun langsung ke lapangan, menyatu dengan masyarakat, membangun harapan yang selama ini nyaris runtuh bersama dinding-dinding rumah yang lapuk dimakan usia.
Gerakan ini menjadi bagian dari program besar yang digagas oleh Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH (SBS) bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS), yang dalam beberapa waktu terakhir memfokuskan perhatian pada penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
Sudah hampir satu bulan terakhir, program ini berjalan secara masif di berbagai desa. Rumah-rumah yang sebelumnya reyot, beratap bocor, dan berdinding rapuh, kini mulai berubah wajah. Kayu-kayu tua diganti, fondasi diperkuat, dan harapan pun perlahan tumbuh di antara debu dan semen yang tercampur.
Satpol PP tidak tinggal diam. Mereka tidak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga menjadi bagian dari solusi. Dengan mengerahkan personel di setiap desa, para anggota Satpol PP ikut mengangkat pasir, mencampur semen, hingga mendirikan dinding rumah warga. Keringat mereka menjadi saksi bahwa loyalitas bukan sekadar kata, tetapi tindakan nyata.

Plt. Kasat Pol PP, Martinus B.W. Tembu, menegaskan bahwa keterlibatan anggotanya merupakan bentuk dukungan penuh terhadap kepemimpinan SBS–HMS yang dinilai memiliki komitmen kuat terhadap kesejahteraan rakyat.
“Ini bukan hanya tugas tambahan, tetapi panggilan kemanusiaan. Kami ingin hadir bersama masyarakat, membantu mereka mendapatkan kehidupan yang lebih layak,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Malaka, HMS, dalam berbagai kesempatan menekankan bahwa rumah layak huni adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi pemerintah. Menurutnya, pembangunan tidak hanya berbicara tentang infrastruktur besar, tetapi juga tentang menyentuh langsung kehidupan masyarakat kecil.
“Kalau rakyat masih tinggal di rumah yang tidak layak, maka kita belum selesai bekerja. Pemerintah harus hadir dan memastikan setiap warga memiliki tempat tinggal yang manusiawi,” tegas HMS.
Gerakan kolaboratif ini menjadi potret kepemimpinan yang tidak berjarak. Pemerintah, aparat, dan masyarakat bergerak dalam satu irama, membangun bukan hanya rumah, tetapi juga kepercayaan.
Di balik setiap rumah yang berdiri, ada cerita tentang gotong royong, tentang kepedulian, dan tentang harapan yang kembali dinyalakan. Satpol PP Malaka telah membuktikan bahwa loyalitas kepada pimpinan sejatinya adalah loyalitas kepada rakyat.
Dan di tanah Malaka, di antara debu pembangunan yang beterbangan, sebuah pesan sederhana menguat: negara hadir, dan ia bekerja.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











