RaebesiNews.com – Bupati dan Wakil Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu (SBS HMS) punya program prioritas yakni bidang pertanian.
Program prioritas ini sangat cocok diimplementasikan di Kabupaten Malaka karena didukung dengan keadaan geografis dan struktur tanah yang subur di daratan Timor.
Namun, masih banyak kendala yang sering dialami pemerintah daerah Kabupaten Malaka dan para petani.
Salah satunya adalah soal penyaluran air untuk hamparan persawahan yang masih menjadi kendala.
Di Kabupaten Malaka ada Bendung Benenain Bendung yang mempunyai kapasitas dapat mengairi daerah irigasi seluas 10.000 ha meliputi Kecamatan Malaka Tengah, Malaka Barat dan Kobalima.
Namun yang menjadi kendala besar saat ini adalah perawatan saluran irigasi untuk daerah persawahan di Kobalima.
Karena jarang bahkan tidak pernah dibersihkan, banyak endapan lumpur yang mengeras dan menumpuk dalam badan irigasi.
Hal ini menghambat bahkan menyebabkan tidak jalannya air menuju areal persawahan para petani.
Terpantau di irigasi induk desa Lakekun Barat dan Lakekun, Kecamatan Kobalima, irigasi utama tersebut sudah tersumbat beberapa tahun terakhir ini.
Imbas dari tersumbatnya irigasi tersebut, ribuan hektar sawah milik petani di Kobalima mengalami kekeringan yang berkepanjangan.
Tumpukan material di dalam badan irigasi itu ternyata lumayan panjang. Untuk menguras tumpukan material tersebut, dibutuhkan exavator khusus pertanian.
Beberapa hari ini, para petani bersama Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu gotong – royong menguras tumpukan material itu.
Namun, apa daya tenaga manusia yang ada titik lemahnya.
“Ini harusnya pakai exavator mini, hanya kami tidak punya uang untuk sewa bapak wakil,” kata Henrik salah satu petani di Lakekun Barat.
“Kita punya exavator mini milik Dinas Pertanian, kenapa harus sewa? Tunggu saya telpon,” kata Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu.
Dua hari berikutnya, exavator mini milik Dinas Pertanian Kabupaten Malaka tiba di lokasi.
Tibanya exavator mini itu sontak membuat para petani tersenyum bahagia. Mereka terbantu dan tidak lagi mengeluh soal air untuk sawah yang menjadi tumpuan dan harapan hidup.
“Kami biasanya sewa punya orang selama ini. Tapi biayanya mahal sekali. Bayar bisa sampai 5juta. Kami tidak punya uang. Terima kasih bapak Bupati dan Wakil Bupati Malaka yang tidak tipu kami saat kampanye. Kami sudah dibantu dengan alat ini,” ungkap Henrik, Selasa (11/03/2025).
Di lokasi tersebut, ada juga Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu yang dengan setia menemani para petani. Tampak Henri Melki Simu bersama beberapa pejabat dan staf Dinas Pertanian Kabupaten Malaka.
“Intinya saya bersama bapak Bupati SBS tidak tipu rakyat. Kami bekerja tulus untuk rakyat. Kita tidak mau petani Malaka kelaparan di atas tanah yang subur ini. Apapun yang terjadi, pertanian itu prioritas program kami dan kami akan optimalkan sebaik mungkin karena SBS HMS itu sahabat para petani,” ujar Henri Melki Simu.
Wakil Bupati Malaka Bersama beberapa pejabat dan staf Dinas Pertanian Kabupaten Malaka saat memantau kerja exavator mini yang lagi membantu para petani di Kobalima.
“Terima kasih bapak, air akhirnya sampai juga di sawah kami. Bapak Bupati dan Wakil Bupati terbaik dan sayang kami para petani,” ungkap Rosa, petani di Lakekun. ***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











