Bupati SBS: Malaka Butuh SDM Tangguh, Bukan Pejabat yang Lupa Kebaikan

Screenshot 20250506 093812 YT Studio 3534762074

RaebesiNews.com – Langit cerah Pantai Motadikin menjadi saksi ketika Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), menyampaikan pesan penting tentang masa depan birokrasi dan kepemimpinan di daerah perbatasan ini.

Di hadapan Sekretaris Daerah Ferdinand Un Muti, para kepala dinas, serta sejumlah penjabat desa yang dilantik, SBS tidak sekadar memberi sambutan, melainkan menyuarakan visi besar tentang transformasi sumber daya manusia di Kabupaten Malaka.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

Dalam kesempatan itu, SBS mengumumkan kebijakan strategis: mengirim para ASN, khususnya pejabat eselon 3 dan 4, untuk mengikuti kursus peningkatan kapasitas. 

Baca Juga: Gubernur NTT Terima JAAN, Bahas Strategi Bebas Rabies 2030

Materi yang akan dipelajari meliputi perencanaan program, penyusunan laporan, pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek), supervisi, monitoring hingga pelaporan yang efektif.

“Saya minta Pak Sekda dan para kepala dinas segera siapkan anggarannya. Kita akan kirim mereka kursus, supaya tahu bagaimana merancang, mengelola, dan mempertanggungjawabkan program dengan benar,” tegas SBS.

Menurut SBS, ini bukan sekadar soal administrasi. Ini soal mental, etos kerja, dan tanggung jawab terhadap rakyat. 

SBS mencontohkan Jepang sebagai bangsa yang berhasil bangkit dari kehancuran usai Perang Dunia II, bukan karena kekuatan militer, melainkan karena investasi besar-besaran di sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Jepang itu bisa kuasai dunia karena mereka ubah haluan. Mereka siapkan manusianya. Sekarang di mana-mana kita pakai produk Jepang. Itu karena manusianya disiapkan, bukan karena keberuntungan,” ungkap SBS dengan penuh semangat.

Baca Juga: SBS HMS Tegas! Kades di Malaka yang Terbukti Rugikan Uang Negara Akan Dicopot Sementara

Namun, di tengah optimisme itu, SBS tak menutupi kekecewaannya terhadap sebagian pejabat yang menurutnya gagal menjaga etika dan melupakan jasa baik masa lalu.

“Jangan seperti senior-senior ini, yang sudah lupa kebaikan orang. Saya kecewa, sangat kecewa. Tapi saya tidak marah. Saya justru menyalahkan diri sendiri. Mungkin saya yang gagal mendidik mereka,” katanya, dengan nada getir namun tetap tenang.

Pernyataan itu sontak mengundang perhatian. Di satu sisi, SBS menunjukkan ketegasan sebagai pemimpin yang menuntut profesionalisme. 

Di sisi lain, ia juga menunjukkan sisi humanis: pemimpin yang berani bertanggung jawab atas kegagalan dalam membina bawahannya.

Baca Juga: Skandal Dana Desa di Nanin, Malaka: Rumah Tak Rampung, Bantuan Ternak Ganda, PAUD Tak Berizin Didanai

Kebijakan penguatan kapasitas ASN ini, menurut SBS, adalah bagian dari tekad kuatnya bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) dalam lima tahun masa jabatan mereka. 

Tujuannya jelas: menyiapkan generasi muda Malaka menjadi pemimpin yang tangguh, cerdas, dan berintegritas.

“Kita ini ada di perbatasan. Kita harus lebih kuat dari daerah lain. Jangan sampai kita terus-terusan jadi penonton. Anak-anak Malaka harus jadi pemain utama. Tapi itu tidak akan terjadi kalau aparatur kita tidak siap,” tegasnya lagi.

Bupati SBS mengakhiri arahannya dengan pesan mendalam kepada para penjabat dan kepala desa yang baru dilantik.

“Mulailah dari desa. Jadilah pemimpin yang melayani, bukan yang dilayani. Pembangunan tidak dimulai dari kota, tapi dari dusun dan kampung-kampung kita,” tutupnya.

Langkah SBS ini menunjukkan bahwa perubahan birokrasi di Malaka bukan hanya sekadar soal jabatan, tapi soal karakter. Dan perubahan itu, seperti yang diyakininya, harus dimulai dari diri sendiri.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung