RAEBESINEWS.COM – Bimo Wijayanto memastikan dirinya akan bergabung dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Kepastian ini datang setelah ia menerima mandat langsung dari Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk memperbaiki sistem perpajakan Indonesia yang dinilai masih menyimpan banyak tantangan.
Baca Juga: Prabowo Resmikan Proyek Migas Forel dan Terubuk: Hemat Triliunan dan Perkuat Ekonomi Nasional
Langkah ini menjadi bagian dari agenda besar reformasi birokrasi dan optimalisasi penerimaan negara.
Dalam struktur baru, Bimo disebut-sebut akan menduduki posisi strategis sebagai Direktur Jenderal Pajak, menggantikan Suryo Utomo.
Penunjukan ini menunjukkan betapa seriusnya pemerintahan baru dalam menggarap sektor perpajakan sebagai tulang punggung pembiayaan pembangunan nasional.
Baca Juga: Serena Cosgrova Francis, Srikandi Dari Kupang ke Panggung Nasional
Tak hanya itu, reformasi juga menjalar ke Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Letjen TNI Djaka Budi Utama dikabarkan akan mengisi posisi Dirjen Bea Cukai, mempertegas sinyal bahwa pendekatan kolaboratif antarsektor akan semakin diintensifkan.
Kehadiran Bimo Wijayanto di jajaran Kemenkeu diharapkan membawa angin segar dalam pembaruan sistem, tata kelola, serta kepercayaan publik terhadap institusi perpajakan. Banyak pihak menantikan langkah-langkah konkret yang akan diambilnya dalam waktu dekat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.






