Daerah  

Gerak Cepat Pemkab Malaka: Genangan Air di Depan Terminal Betun Langsung Dikuras

Screenshot 20250612 180335 Gallery 76218824

RAEBESINEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Malaka dalam beberapa hari terakhir menyebabkan genangan air di sejumlah titik, termasuk di ruas jalan depan Terminal Betun. Air yang menggenang cukup dalam, sempat mengganggu aktivitas warga dan lalu lintas kendaraan.

Melihat situasi itu, Pemerintah Kabupaten Malaka tak tinggal diam. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) langsung diterjunkan untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan menggunakan alat berat dan tenaga teknis, petugas mengeruk endapan lumpur dan sampah dari saluran drainase yang tersumbat agar aliran air kembali lancar.

Baca Juga: Skandal Pengadaan Sapi di Desa Fatoin: Warga Hanya Terima 18 Ekor dari 80 yang Dianggarkan

Hanya dalam hitungan jam, genangan air surut dan jalan kembali bisa dilalui dengan aman. Tindakan cepat ini disaksikan langsung oleh Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) yang kebetulan melintas di lokasi usai pulang kantor.

“Tidak boleh ada genangan air di Kota Betun. Semua harus kerja cepat, kerja tuntas, dan kerja bersama. Kepala desa juga wajib turun tangan mengatasi ini,” tegas Bupati SBS di hadapan petugas dan warga yang menyaksikan proses pengerjaan.

Baca Juga: Komunitas Fitun Malaka Gandeng Dekranasda Gelar Pelatihan Tenun dan Pewarna Alami di Betun

Di lokasi, turut hadir Kepala Desa Wehali, Yohanes Robby Tey Seran, yang menyatakan komitmennya untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam menjaga kebersihan dan fungsi saluran air.

Lebih lanjut, Bupati SBS menegaskan bahwa genangan air ini merupakan dampak dari kelalaian dan pembiaran dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyebut bahwa selama tiga tahun terakhir, tidak ada kegiatan signifikan untuk membersihkan, merawat, atau memperbaiki saluran-saluran drainase di pusat kota Betun.

“Inilah akibat dari tiga tahun tanpa perawatan drainase. Tidak ada pembersihan, tidak ada perbaikan. Maka air tidak punya jalur untuk mengalir dan akhirnya tergenang. Ini harus menjadi peringatan serius bagi kita semua,” kata SBS dengan nada tegas.

Baca Juga: Terbukti! Ketua JAS SN FBN Alex Mesak Sebar Hoaks Soal Air Tergenang di Railor

Pemkab Malaka berkomitmen untuk menjadikan kejadian ini sebagai momentum evaluasi total terhadap sistem drainase di wilayah kota dan sekitarnya. SBS juga menginstruksikan agar seluruh camat dan kepala desa mengaktifkan kembali gotong royong warga untuk membersihkan lingkungan dan memperbaiki saluran-saluran air di wilayah masing-masing.

“Ada tanggung jawab kolektif yang harus kita pikul. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Mari kita bergerak bersama untuk kota Betun yang bersih, sehat, dan bebas genangan,” pungkas SBS.***

 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *