RaebesiNews.com – Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus menunjukkan keseriusan dalam menata infrastruktur dasar, salah satunya sistem drainase di kawasan pusat kota.
Terbaru, Dinas PUPR melakukan pembenahan saluran air (drainase) di Weleun, Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, tepatnya di depan rumah pribadi mantan Bupati Malaka, Simon Nahak.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya mencegah terjadinya genangan air saat musim hujan tiba, yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, khususnya warga di wilayah padat permukiman.
Baca Juga: CPNS 2025: Batas Usia Maksimal 40 Tahun untuk Sejumlah Jabatan Strategis, Simak Daftarnya!
“Kegiatan ini bagian dari komitmen SBS-HMS dalam menata ulang drainase di kota Betun dan sekitarnya agar aliran air lebih lancar dan tidak menyebabkan banjir lokal,” kata Lorens Haba, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas PUPR Kabupaten Malaka kepada wartawan, Kamis (26/6/2025).
Fokus pada Daerah Rawan Genangan
Lorens menjelaskan bahwa pembenahan drainase di Weleun bukan karena pertimbangan lokasi rumah tokoh tertentu, melainkan berdasarkan hasil pemetaan daerah-daerah rawan genangan yang telah dilakukan sebelumnya oleh tim teknis PUPR.
“Rumah Pak Simon Nahak kebetulan berada di titik yang drainasenya sudah tidak memadai lagi menampung debit air saat hujan deras. Jadi bukan soal siapa yang tinggal di sana, tapi karena memang wilayah ini rawan tergenang,” tegas Lorens.
Baca Juga: Kaesang Pangarep dan Dua Kandidat Lain Resmi Bertarung di Pemilu Raya PSI 2025
Menurutnya, saluran air yang lama banyak yang sudah dangkal, tertutup sedimen tanah, dan kurang terintegrasi dengan jaringan drainase utama kota Betun.
SBS-HMS dan Komitmen Infrastruktur
Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) dalam membangun infrastruktur dasar yang tahan cuaca dan mendukung tata kota yang bersih dan nyaman.
“Pak Bupati dan Wakil Bupati selalu tekankan bahwa infrastruktur bukan hanya jalan dan jembatan, tetapi juga drainase. Jangan biarkan warga menderita karena genangan air di depan rumah mereka,” imbuh Lorens.
Dalam waktu dekat, PUPR juga akan menyisir wilayah lainnya seperti Talimetan, Kamanasa, dan Haitimuk yang selama ini menjadi titik genangan langganan saat musim hujan.
Baca Juga: Proyek RS Pratama Wewiku Gunakan E-Katalog, Kejati NTT Duga Ada Konspirasi
Apresiasi Warga dan Harapan Lanjutan
Warga Desa Bakiruk menyambut baik langkah cepat Pemkab Malaka. Salah satu tokoh masyarakat, Paulus Seran, mengapresiasi gerak cepat Dinas PUPR dan berharap program ini menyentuh semua titik rawan genangan, tidak hanya di pusat kota.
“Kami sudah lama mengeluhkan genangan air ini. Kalau sekarang drainase dibongkar dan dibenahi, itu kabar baik. Semoga pekerjaan ini berkualitas dan tidak asal jadi,” ujar Paulus.
Penataan Kota yang Lebih Humanis
Dengan pembenahan drainase ini, Pemkab Malaka menunjukkan bahwa tata kota bukan sekadar membangun monumen, tetapi menyentuh persoalan dasar masyarakat. Air yang mengalir lancar adalah tanda kota yang dikelola dengan baik.
“Jangan lihat siapa yang tinggal di situ. Kami bekerja berdasarkan kebutuhan teknis, bukan motif politik,” tutup Lorens Haba dengan nada tegas namun bersahabat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











