Bupati SBS Tegas: Kepsek yang Diganti Harus Segera Dipindahkan untuk Cegah Konflik

Screenshot 20250620 205403 Photo Editor 1202112302

Raebesinews.com – Dalam suasana pantai yang tenang di Taberek, gelombang ketegasan justru datang dari podium pelantikan. Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), dengan suara lantang menegaskan satu hal penting: kepala sekolah yang diganti harus segera dipindahkan dari sekolah sebelumnya.

Pernyataan itu disampaikan SBS usai melantik 188 kepala sekolah dasar, menyusul pelantikan 41 kepala sekolah menengah pertama yang telah dilaksanakan awal pekan ini.

Dalam pidatonya, Bupati SBS tidak hanya menyambut para pemimpin baru dunia pendidikan dasar di Kabupaten Malaka, tetapi juga memberikan instruksi tegas demi menjaga keharmonisan lingkungan sekolah.

Baca Juga: Banyak Alkes Terbengkalai di RS Pratama Wewiku: Warisan Gagal Era Simon Nahak

“Kepala sekolah yang diganti harus dipindahkan ke sekolah lain. Supaya tidak boleh ada resistensi. Segera pindahkan supaya tidak ada blok sana blok sini,” tegas SBS sambil memerintahkan langsung kepada Sekda Malaka, Kepala BKPSDM, Plh. Kadis Pendidikan, dan Inspektur Daerah.

Arahan ini bukan tanpa alasan. SBS menyebut bahwa pemindahan kepala sekolah yang diganti adalah langkah strategis untuk mencegah konflik internal yang kerap muncul akibat rivalitas atau loyalitas ganda di lingkungan sekolah.

Baca Juga: Potret Memprihatinkan Kantor Camat Sasitamean yang Tidak Tersentuh Rehabilitasi Sejak Dibangun Puluhan Tahun Lalu

Jaga Stabilitas, Hindari Gesekan

Langkah ini mencerminkan kepemimpinan yang berpikir jauh ke depan. SBS tak ingin dunia pendidikan, yang seharusnya menjadi ruang tumbuhnya nilai-nilai, justru tercemar oleh intrik dan perpecahan.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan seluruh kepala sekolah untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, menjunjung etika, dan menghindari tindakan-tindakan yang bisa memicu perselisihan.

“Jangan ada konflik di sekolah. Kepala sekolah harus jadi pemimpin yang mendidik dengan hati, bukan mengatur dengan emosi,” ujarnya.

Dengan total 229 kepala sekolah yang baru saja dilantik minggu ini, Pemerintah Kabupaten Malaka sedang membenahi kembali fondasi pendidikan di wilayahnya. Pelantikan massal ini menjadi momentum penting untuk memperbarui semangat dan visi pendidikan Malaka yang lebih baik.

Baca Juga: Sambut MBG, Bupati SBS: Masyarakat Harus Siapkan Bahan Baku Sendiri

Pantai Taberek Jadi Saksi

Pelantikan yang dilangsungkan di Pantai Taberek juga memberi nuansa tersendiri. Hamparan pasir putih dan angin laut menjadi latar simbolis dari arah baru pendidikan Malaka: bersih, luas, dan terus bergerak.

Para kepala sekolah yang hadir tampak antusias, namun juga menyimak serius setiap instruksi yang disampaikan. Tak sedikit dari mereka yang menyambut baik pernyataan tegas SBS sebagai bentuk kejelasan arah dan kebijakan.

Baca Juga: Empat Bulan Memimpin, SBS-HMS Bawa Malaka Keluar dari Ketertinggalan

Komitmen Pemerintah Daerah

Langkah Bupati SBS ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Malaka dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan profesional. Pemindahan bukanlah bentuk hukuman, tetapi mekanisme penyegaran dan rekonsiliasi agar tidak ada polarisasi dalam tubuh sekolah.

Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), juga menekankan pentingnya integritas dalam memimpin sekolah. Ia menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh karakter pemimpin di lapangan.

Baca Juga: Bupati SBS: Malaka Itu Indah, Tapi Wisata Harus Dibangun dari Hulu ke Hilir

Menuju Pendidikan yang Mencerahkan

Dengan pelantikan dan rotasi ini, pemerintah daerah berharap agar para kepala sekolah mampu menghadirkan semangat baru di sekolah masing-masing. Mereka tidak hanya dituntut sebagai administrator, tetapi juga sebagai motor penggerak perubahan.

Langkah Bupati SBS memberi pesan jelas: pendidikan di Malaka tidak boleh berjalan stagnan, apalagi terhambat oleh konflik internal. Kepala sekolah harus menjadi pionir perdamaian, teladan kedisiplinan, dan jembatan antara visi pemerintah dan harapan masyarakat.

Pantai Taberek hari itu bukan sekadar tempat pelantikan, melainkan titik awal gelombang perubahan yang akan menyapu dunia pendidikan Kabupaten Malaka, dari pantai hingga pegunungan. Kepala sekolah yang dilantik diharapkan membawa semangat baru, seperti ombak yang tak pernah lelah menghempas karang: teguh, jujur, dan terus bergerak maju.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *