Presiden Prabowo: Dunia Penuh Konflik, Indonesia Harus Bersatu dan Realistis Hadapi Geopolitik Global

IMG 20250806 WA0049 1721209403

RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengingatkan pentingnya persatuan nasional dan sikap realistis dalam menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi global yang kian kompleks.

Hal ini disampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Rabu, 6 Agustus 2025.

Prabowo menyoroti meningkatnya eskalasi konflik di berbagai kawasan dunia sejak awal pemerintahannya dimulai pada 20 Oktober 2024.

Baca Juga: Cadangan Pangan RI Pecah Rekor, Prabowo: Ini Hasil Kerja Tim dan Transisi yang Baik

“Ketika kita mulai pemerintahan, kondisi global tidak serumit sekarang. Kini, kita menghadapi konflik di berbagai wilayah, dari Ukraina, Gaza, Tepi Barat, hingga Libanon dan Suriah,” kata Prabowo.

Ia juga menyinggung ketegangan di kawasan Asia seperti konflik Israel-Iran, India-Pakistan, serta krisis berkepanjangan di Myanmar, termasuk ketegangan baru antara Kamboja dan Thailand.

“Korban jiwa terus berjatuhan, termasuk perempuan dan anak-anak. Situasi ini diperparah dengan keterlibatan negara-negara besar dalam konflik tersebut,” tambahnya.

Baca Juga: Indonesia-Tiongkok Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Fokus pada Alih Teknologi dan Kemandirian Alutsista

Selain geopolitik, tantangan ekonomi global juga menjadi perhatian. Presiden menyebut dampak dari kebijakan tarif baru Amerika Serikat ikut memicu ketidakpastian, namun Indonesia diyakini mampu bertahan berkat koordinasi tim ekonomi nasional.

“Saya berterima kasih atas kerja sama solid seluruh tim, mulai dari Menko Perekonomian, Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, hingga Menteri Investasi dan Menteri Luar Negeri yang menjalankan diplomasi aktif,” jelas Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa strategi Indonesia adalah tetap bersikap tenang, mengedepankan diplomasi, dan tidak terprovokasi dalam menjaga kepentingan nasional.

Baca Juga: Puslabfor Polri Selidiki Ledakan Sumur Gas Pertamina di Cidahu, Dua Pekerja Terluka

 

“Kita tidak emosional, kita berunding. Fokus kita adalah melindungi rakyat, para pekerja Indonesia, dan keluarganya. Inilah pendekatan terbaik yang bisa kita tempuh saat ini,” tutupnya.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *