Panen Padi 8 Ton per Hektare, Petani Cianjur Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo

IMG 20260108 WA0040 1482673606 1

RAEBESINEWS.COM – Keberhasilan petani meningkatkan produktivitas pangan nasional mendapat apresiasi langsung dari negara.

Dalam momen Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan yang digelar di Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada sejumlah tokoh dan petani berprestasi.

Salah satu penerima penghargaan tersebut adalah Aseng, anggota Kelompok Tani Ciraden, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Aseng dinilai berhasil meningkatkan produktivitas padi hingga 8 ton per hektare, melampaui capaian rata-rata sebelumnya yang hanya sekitar 6,5 ton per hektare.

Baca Juga: KUHP dan KUHAP Nasional Belum Ready for Use

Penghargaan Satyalancana Wira Karya yang diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo menjadi simbol pengakuan negara atas dedikasi petani, penyuluh pertanian, dan pemerintah daerah sebagai garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan suara bergetar penuh rasa syukur, Aseng mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi kelompok taninya mengelola lahan sawah seluas kurang lebih 15 hektare.

“Alhamdulillah yang diterima oleh saya itu berupa piagam dan penghargaan. Terima kasih Bapak Endang selaku PPL Campaka, dan terima kasih Bapak Bupati Cianjur yang sudah mendukung hingga mendapatkan penghargaan ini,” ujar Aseng.

Baca Juga: Panen Perdana Kebun Percontohan PKK Malaka, Ketua TP PKK Dorong Pemanfaatan Pekarangan

Menurut Aseng, peningkatan hasil panen tidak terlepas dari pendampingan penyuluh pertanian serta bantuan benih unggul Pajajaran dari pemerintah.

“Biasanya panen 6,5 ton per hektare, sekarang bisa mencapai 8 ton per hektare berkat benih Pajajaran,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berpihak pada petani, mulai dari program lumbung padi nasional, penurunan harga pupuk, hingga harga jual gabah yang lebih menguntungkan.

Baca Juga: Studi Banding Pengelolaan DAU Pendidikan sebagai Upaya Peningkatan Fungsi Penganggaran DPRD Kabupaten Malaka

“Harga pupuk sekarang turun sekitar 20 persen. Pupuk murah dan disubsidi ini sangat membantu perekonomian petani,” tambahnya.

 

Meski lahan pribadi yang dikelolanya hanya sekitar 500 meter persegi, Aseng tetap optimistis terhadap masa depan pertanian Indonesia. Ia mengaku semakin termotivasi setelah mendengarkan arahan Presiden Prabowo dalam acara pengumuman swasembada pangan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Aseng juga menitipkan pesan khusus kepada Presiden agar regenerasi petani mendapat perhatian serius, mengingat minat generasi muda terhadap sektor pertanian masih tergolong rendah.

Baca Juga: Pembangunan dari Desa, SBS–HMS Perkuat Peran Pemerintah Desa

“Tolonglah pemuda dan pemudi Indonesia, dukunglah pertanian Indonesia ini,” harapnya.

Selain Aseng, Presiden Prabowo juga menganugerahkan Satyalancana Wira Karya kepada tokoh lintas sektor yang dinilai sukses membangun kolaborasi dalam menjaga ketahanan pangan di daerah masing-masing. 

Mereka di antaranya Mohammad Naudi Nurdika, Setyo Wahono, Aep Syaepuloh, Toni Kasmiri, Yugi Bayu Hendarto, Andhi Ardana Valeriandra Putra, Dili Eko Setyawan, Don Muzakir, serta petani inspiratif Mugi Raharjo dan Nurul Hadi dari Kabupaten Indramayu.

Baca Juga: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Dibangun untuk Keadilan Akses

Sebagai informasi, Satyalancana Wira Karya merupakan tanda kehormatan Republik Indonesia yang diberikan kepada warga negara Indonesia maupun warga negara asing yang telah menunjukkan jasa, karya, dan darma bakti luar biasa dalam pembangunan nasional serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *